Minggu, 23 Januari 22

Berkas Dua Tersangka Kasus Kondensat Segera Dilimpahkan ke Kejagung

Berkas Dua Tersangka Kasus Kondensat Segera Dilimpahkan ke Kejagung

Jakarta, Obsessionnews – Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Mabes Polri dalam waktu dekat ini akan melimpahkan berkas perkara tersangka kasus kondensat, RP dan DH ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Kalau yang dua itu sudah kita periksa nanti habis lebaran, minggu-minggu ketiga kita kirimkan berkasnya kalau dari BPK sudah turun PKN-nya,” ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Victor Simanjuntak di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2015).

Namun, Polri belum memastikan kapan berkas HW salah satu tersangka kasus dugaan korupsi kondensat tersebut, karena HW sendiri masih menjalani proses pemeriksaan.”Kalau HW masih perlu proses,” kata Victor.

Meskipun akan segera dilimpahkan berkas perkaranya, Viktor mengatakan, RP dan DH masih terus menjalani pemeriksaan untuk mengkonfirmasi keterangan yang didapat dari HW.

“Hal yang akan dikonfirmasi adalah keterangan pada saat itu TPPI dalam kondisi minus, bukan nol, tapi minus dan masih ditunjuk sebagai penjual kondensat,” jelasnya.

Viktor menilai RP terkesan memaksa kehendak untuk tetap menunjuk TPPI sebagai mitra penjualan.”Artinya bahwa unsur melanggar prosedur itu sudah ada. Kan, pelanggaran prosedur itu kemudian mengakibatkan kerugian negara. Jadi unsur korupsinya itu sudah terlihat,” katanya.

Sekedar diketahui, dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang penjualan kondensat (bahan migas mentah) milik negara yang melibatkan SKK Migas dan PT. TPPI, Bareskrim Polri menetapkan tiga tersangka dengan inisial DH, HW, dan RP.

DH dan RP telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh penyidik Dittipikor Bareskrim Polri pada bulan lalu. Sementara HW baru menjalani pemeriksaan di Singapura tempat dirinya menjalani perawatan kesehatan. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.