Jumat, 24 September 21

Berkas Dinyatakan Lengkap, Eks Direktur Pertamina Siap Disidang

Berkas Dinyatakan Lengkap, Eks Direktur Pertamina Siap Disidang
Jakarta, Obsessionnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas penyidikan mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina Suroso Atmo Martoyo ke tahap penuntutan. Penyidik menyatakan berkas tersangka kasus dugaan suap pengadaan zat tambahan bahan bakar tetraethyl lead (TEL) Pertamina tahun 2004-2005 itu sudah lengkap.
“Hari ini secara resmi perkara SAM dilimpahkan ke tahap 2,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Media KPK, Priharsa Nugraha saat dihubungi di Jakarta, Kamis (28/5/2015).
Jaksa KPK membutuhkan waktu paling lama 14 hari untuk merampungkan surat dakwaan. Selanjutnya berkas Suroso akan diteruskan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk disidangkan di muka majelis hakim.
“Kita harapkan dalam waktu dekat tersangka beserta barang bukti akan dilimpahkan ke pengadilan,” terang Priharsa.
Penyidikan perkara dugaan suap proyek TEL PT Pertamina (Persero) tahun 2004-2005 melewati proses panjang. Selama empat tahun penyidik baru meningkatkan kasus ini ke tahap penuntutan. Direktur PT Soegih Interjaya Willy Sebastian Liem merupakan tersangka pertama yang disidang.
Sebelum menetapkan Willy sebagai tersangka, KPK terlebih dahulu menetapkan Suroso Atmo sebagai tersangka pada November 2011 silam. Atas perbuatannya, Suroso dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.
Sedangkan Willy ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK 2 Januari 2012 silam. Willy dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a dan b, Pasal 13 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
PT Soegih Interjaya diketahui merupakan agen utama perusahaan minyak asal Inggris, Innospec, Ltd. Willy disangka sebagai pemberi suap kepada Suroso Atmo Martoyo sebagai Direktur Pengolahan Pertamina saat itu dengan maksud agar Pertamina bersedia mengimpor bensin bertimbal dari Inggris.
Sejumlah pejabat Indonesia saat itu disebut telah menerima suap dari perusahaan multinasional di Inggris tersebut. Dalam proses penyidikan kasus ini KPK telah memeriksa sejumlah pihak sebagai saksi. Salah satunya, Ari Soemarno yang menjabat sebagai Dirut Pertamina saat kasus ini bergulir.
Selain itu, beberapa pihak juga sudah dikenai pencegahan agar tidak pergi meninggalkan Indonesia. Nama-nama yang dicegah bepergian ke luar negeri antara lain mantan Dirjen Migas Rachmat Sudibyo, mantan wakil Dirut Pertamina Mustiko Saleh, serta mantan Direktur Pengolahan Pertamina Suroso Atmomartoyo.
Tiga nama lainnya yang dikenai pencegahan adalah dua eksekutif PT Sugih Interjaya Willy Sebastian dan Muhammad Syakir, serta seseorang bernama Herwanto Wibowo. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.