Rabu, 21 November 18

Kemendagri Terima Usulan MUI Soal Penghayat Kepercayaan

Kemendagri Terima Usulan MUI Soal Penghayat Kepercayaan
* Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerima usulan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membuat e-KTP khusus bagi warga penghayat kepercayaan. Sedangkan warga negara yang memeluk agama dan telah mempunyai e-KTP, tidak dilakukan perubahan atau penggantian e-KTP sama sekali.

“Kami menyerap aspirasi tokoh agama dipisahkan antara agama dengan aliran kepercayaan,” kata Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, di kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Usulan Kemendagri itu nantinya akan terlebih dahulu dibahas dalam rapat terbatas (ratas) dengan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dengan menteri terkait sebelum disahkan. Untuk penghayat kepercayaan, dalam e-KTP akan dipertimbangkan untuk dicantumkan kolom kepercayaan tanpa ada kolom agama.

“Kira-kira teknisnya mana yang akan kami terapkan. Apakah agama titik dua, di bawahnya aliran kepercayaan, atau dipisahkan dari blangko yang berbeda,” kata Tjahjo.

Sementara Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Prof Dr Zudan Arif Fakhrullah SH MH menegaskan, akan ada dua e-KTP yakni untuk para pemeluk agama dan penghayat kepercayaan. “Bagi pemeluk agama di e-KTP akan ditulis “Agama: dengan keterangan agamanya,” jelasnya.

Sedangkan untuk penghayat kepercayaan akan ditulis, “Kepercayaan: Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa”, tanpa dicantumkan spefisik kepercayaan apa yang dianut. “Blangkonya satu, penuangannya jadi dua model. Blangkonya sama, aplikasinya yang dibuat dua model, sehingga melahirkan dua (e-KTP),” tandas Zudan.

Menurutnya, format tersebut pada dasarnya diusulkan oleh banyak kalangan, sehingga Kemendagri hanya mengakomodasi usulan. Meski pada akhirnya keputusan final ada di tangan Presiden Joko Widodo. Ia menambahkan, para penghayat kepercayaan pun tak perlu melakukan perekaman ulang, cukup memperbarui data kependudukannya di kantor Dinas Dukcapil masing-masing. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.