Rabu, 12 Desember 18

Dukcapil Ungkap Kejahatan Penjualan Blangko KTP-el di Pasar Online

Dukcapil Ungkap Kejahatan Penjualan Blangko KTP-el di Pasar Online
* KTP-el.

Jakarta, Obsessionnews.com – Setelah berhasil mengungkap penipuan yang menggunakan nomor Handphone dan indentitas yang mengaku sebagai Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri pada bulan Juli lalu, kali ini Direktorat Jenderal Dukcapil kembali berhasil mengungkap kasus yang berindikasi pidana berupa Penjualan Blangko KTP-el (dokumen negara) di Pasar Online tidak lebih lama dari 2 hari.

“Keberhasilan ini diawali dengan informasi yang diperoleh dari media tentang beredarnya blangko KTP-el dimaksud yang diperjualbelikan melalui pasar online pada hari Senin lalu. Selanjutnya berdasarkan informasi tersebut dilakukan penelusuran melalui koordinasi dengan perusahaan pencetak blangko KTP-el dan dengan toko penjual online,” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh SH MH dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com, Rabu (5/12/2018) malam.

“Pada saat ini sudah dapat diidentifikasi siapa pelaku yang menawarkan dan dimana lokasi barang itu diperoleh,” tandas Prof Zudan.

Menurutnya, melalui penelusuran lebih lanjut Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil sudah bisa mengidentifikasi pelaku secara lebih rinci lagi seperti alamat, nomor telphone, bahkan foto wajah yang bersangkutan. “Sejalan dengan itu kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya,” tegas Dirjen Dukcapil.

Sesuai dengan Pasal 96 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan perbuatan tersebut merupakan tindakan pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 Tahun dan denda paling banyak 1 milyar rupiah.

Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh SH MH

Ia menjelaskan, setiap blangko KTP-el memiliki nomor UID atau nomor identitas Chip yang khas yang membedakan satu dengan yang lain. Nomor ini tercatat secara sistematis sehingga dapat diketahui dengan mudah keberadaan blangko KTP-el.

“Hal inilah yang memberikan petunjuk asal blangko KTP-el yang diperjualbelikan tersebut, dimana posisinya saat ini dan kemana blangko KTP-el tersebut didistribusikan serta oknum yang melepaskannya ke pasar,” paparnya.

Terkait indentitas pelaku pengungkapannya menjadi mudah, jelas dia, karena database kependudukan telah menyimpan data perseorangan penduduk termasuk data biometrik bagi penduduk dewasa. Disamping itu dengan adanya registrasi kartu prabayar yang mengaitkannya dengan data kependudukan memberikan kemudahan tersendiri dalam pelacakan pelaku karena posisi pelaku dapat diketahui dengan mudah dengan mengetahui koordinat keberadaannya.

Oleh karena itu, Dirjen Dukcapil meminta kepada semua toko online dan pihak lain yang masih menawarkan penjualan blangko KTP-el untuk menghentikan praktek-praktek yang berindikasi pidana ini. “Karena ancaman pidana yang berat dan dapat mengganggu kondusivitas dan stabilitas Negara,” tambahnya. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.