Selasa, 16 Oktober 18

Best In Political Party Management Partai NasDem

Best In Political Party Management Partai NasDem

Partai NasDem adalah partai politik yang relatif baru namun mampu menempatkan diri sebagai partai menengah atas. Hal itu tak lepas dari kemampuan partai ini dalam mengelola kaderisasi secara profesional dan terukur. Profesionalisme NasDem dalam mengelola partai juga terbukti dengan lulusnya tiga indikator dalam verifikasi KPU, yaitu kepengurusan, keterlibatan perempuan 30 persen, dan verifikasi tempat kantor partai politik hingga nanti Pemilu 2019.

 

Ya, Partai NasDem berhasil membuktikan kepiawaian dan kemampuannya dalam mengelola kaderisasi secara profesional dan terukur melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara yang didirikannya. Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara yang diberi nama Akademi Bela Negara (ABN) ini menjadi bagian dari pendidikan kader Partai NasDem. Partai NasDem resmi dibentuk pada 26 Juli 2011, berawal dari organisasi kemasyarakatan Nasional Demokrat (NasDem) yang dipimpin Surya Paloh. Kelahiran Partai NasDem tidak bisa dipisahkan dari visi dan misi utama ormas NasDem, yaitu menggalang Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia. Restorasi Indonesia adalah gerakan memulihkan, mengembalikan dan memajukan fungsi pemerintahan Indonesia pada cita-cita proklamasi 1945. Pada 7 Januari 2013, NasDem memenuhi syarat verifikasi faktual di seluruh provinsi, yang akhirnya menjadi partai peserta Pemilu 2014 dengan mendapat undian nomor urut satu dari 10 partai peserta pemilu yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari 46 partai yang mengajukan diri ikut Pemilu 2014 Hebat! Partai NasDem adalah satusatunya partai baru yang lolos sebagai peserta Pemilu 2014. Partai-partai baru lainnya tidak lolos. Itu berarti Partai NasDem berhak mengikuti pemilu untuk pertama kalinya pada 2014.

 

Kini, Partai ini memiliki beberapa organisasi sayap, di antaranya: Badan Advokasi Hukum (BAHU) NasDem, Gerakan Massa Buruh (Gemuruh), Liga Mahasiswa NasDem, Persatuan Petani Nasional Demokrat (Petani NasDem), dan Garda Pemuda NasDem. Dengan dimotori tekad semangat yang berapi-api dari Surya Paloh, membuat Partai yang baru berdiri ini berhasil meraup 36 kursi di DPR RI. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sampai geleng-geleng kepala melihat manuver Partai NasDem selama ini. Meski terbilang partai baru, namun partai besutan Surya Paloh tersebut dinilainya sangat cepat dalam merespon situasi politik di tanah air. Salah satunya soal kecepatan dalam menentukan bakal calon kepala daerah.

 

Jokowi mengakui bahwa unsur kecepatan memang sangat dibutuhkan sekarang ini. Sebab dunia berubah cepat sekali. Zaman dan budaya berkembang terus. Presiden Jokowi mencontohkan beberapa perubahan dunia yang cepat atau lambat berimbas pada Indonesia, yakni perkembangan teknologi internet dari mobile internet ke artificial intelligent. Tidak hanya soal teknologi, harapan masyarakat terhadap partai politik pun turut berubah. Jokowi menyebut, NasDem meresponnya dengan baik dan prinsip itu juga dipegang Jokowi sendiri. “Dan Partai NasDem sebagai penggerak gerakan perubahan. Saya tahu visi misi NasDem ini adalah melihat ke depan bagi bangsa negara. Saya tahu sejak awal. Ini pun sejalan dengan visi misi yang saya emban saat ini. Terus melakukan perubahan memajukan negara, memajukan bangsa,” tutur Presiden.

 

Kongres I Partai NasDem pada 2526 Januari 2013 di Jakarta memilih dan menetapkan Surya sebagai Ketua Umum DPP Partai NasDem periode 2013-2018, menggantikan Ketua Umum pertama, Patrice Rio Capella. Kongres dihadiri seluruh 33 DPW, 497 DPD, dan empat organisasi sayap Partai NasDem, secara aklamasi menetapkan Surya menjadi nakhoda Partai NasDem selama lima tahun. Dalam pidatonya setelah terpilih menjadi Ketua Umum, Surya menegaskan, meski baru, Partai NasDem telah membuat prestasi yang luar biasa. Partai ini telah memiliki visi dan misi yang konkrit (Restorasi Indonesia), dan orang-orang yang ada di dalamnya memiliki kemampuan luar biasa, baik prestasi maupun militansinya dalam melakukan gerakan perubahan.

 

Nampaknya, partai baru ini mencatat prestasi luar biasa. Meski baru pertama kali ikut pemilu dengan perolehan suara hampir 7 persen, kini Partai NasDem telah memiliki tiga kader yang dipercaya sebagai menteri, tiga sebagai duta besar, dan 46 wali kota dan bupati di seluruh Indonesia. Hebatnya lagi, Partai NasDem ini berhasil unggul di posisi pertama pada Pilkada serentak 2015 dan posisi kedua pada 2017. Padahal, Partai NasDem awalnya tidak memiliki satupun kepala daerah setingkat gubernur. Partai itu hanya memiliki satu atau dua anggota di pimpinan kabupaten atau kota, dan tidak punya anggota di kementerian atau anggota dewan. Lantas, apa rahasia Partai NasDem bisa menangkan pilkada serentak? Ternyata, tidak adanya praktik uang mahar berdampak pada cepatnya keputusan dalam menentukan dan mengusung calon kepala daerah. Tidak ada proses transaksi tawar-menawar mahar politik, membuat Partai NasDem selalu memberikan rekomendasi di awal-awal tahapan pilkada serentak. Itulah sebabnya mengapa dukungan-dukungan NasDem kepada seluruh pasangan calon kepala daerah peserta Pilkada Serentak 2018, dapat dilakukan lebih awal.

 

Partai NasDem akan memberi sanksi tegas bagi para fungsionaris yang cobacoba berani meminta mahar politik. Sanksi tersebut berlaku dari pengurus tingkat terbawah hingga pengurus tingkat atas. Setiap petugas partai yang terbukti memeras calon kepala daerah dengan mahar, terancam pemecatan sebagai anggota partai. Kini, Partai NasDem menjadi salah satu di antara 15 partai politik peserta pemilu 2019. Partai NasDem mendapat nomor urut 5 dalam pengambilan nomor undian pada Minggu malam, 18 Februari 2018 lalu di kantor KPU RI, diwakili oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G Plate. Ia pun berpesan kepada penyelenggara, peserta, dan pemilih agar menjauhi politik uang . “Money politics sudah kuno. Gagasan, ide, dan program brilian adalah zaman now,” tuturnya. Mendapat nomor urut 5 justru menjadikan Partai NasDem senang. “Pancasila lima dasar, NasDem nomor 5. Nomor 5 untuk restorasi Indonesia. Partai NasDem bersatu, berjuang, menang!” seru Sekjen Partai NasDem. (Naskah: Arief Sofiyanto, Foto: Istimewa)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.