Selasa, 18 September 18

BCA Dorong Pengembangan Tenun Ikat

BCA Dorong Pengembangan Tenun Ikat
* Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (kedua kanan) didampingi Direktur BCA Lianawaty Suwono (kedua kiri), Direktur BCA Vera Eve Lim (kiri), Founder & Fashion Designer Didiet Maulana (tengah) dan Pengamat Ekonomi Industri Kreatif A. Prasetyantoko (kanan) saat Talkshow Kafe BCA 8 di Jakarta, Senin (9/7/2018). (Dok: BCA)

Jakarta, Obsessionnews.com –Tenun ikat telah menjadi salah satu kekayaan industri kreatif Indonesia. Pengembangkan usaha tenun ikat ini turut menyebar di beragam daerah seperti Toraja, Sintang, Jepara, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, Timor.

Sebagai warisan budaya bangsa tenun harus dilestarikan sebagai gaya fashion kekinian yang mencerminkan identitas bangsa.

Hal tersebut yang mendorong PT Bank Central Asia (BCA) Tbk  menyelenggarakan forum Kafe BCA 8 bertemakan “Tenun Ikat, Indonesian Legacy into the Spotlight” di Jakarta, Senin (9/7/2018).

Hadir sebagai pembicara dalam forum Kafe BCA 8 yakni Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Direktur BCA Lianawaty Suwono, Direktur BCA Vera Eve Lim, Fashion Designer dan Founder IKAT Indonesia Didiet Maulana, dan pengamat ekonomi industri kreatif A. Prasetyantoko.

BCA tak sendirian. Salah satu bank terbesar di Asia ini turut bekerja sama dengan IKAT Indonesia dalam mengembangkan seragam baru korporasi BCA bermotif tenun ikat.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Selasa (10/7/2018),  Jahja mengungkapkan, Indonesia memiliki ragam kekayaan wastra nusantara dan tenun ikat yang sangat khas dan mempesona. Kekayaan tersebut dihasilkan dari karya kreatif masyarakat, yang diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi.

Menurutnya, karya kreatif tersebut seyogyanya diapresiasi dan dilestarikan melalui berbagai inisiatif sesuai dengan konteks saat ini, seperti menggunakan motif tenun tersebut untuk fashion masa kini.

“Melalui inisiatif memproduksi seragam BCA bermotif tenun ikat ini, BCA ingin mendorong terciptanya kebutuhan yang sifatnya massal terhadap tenun ikat. Sehingga masyarakat penenun memiliki kesempatan mengembangkan dan menerima manfaat dari kebutuhan massal tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat menggugah pelaku ekonomi dalam negeri untuk memanfaatkan nilai dan warisan kekayaan makna dari tenun ikat tersebut untuk memperkuat identitas Indonesia,” tutur Jahja.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (ketiga kiri) didampingi Direktur BCA Lianawaty Suwono (kanan), Direktur BCA Vera Eve Lim (kiri) dan Founder & Fashion Designer Didiet Maulana (kedua kanan) bersama karyawan BCA. (Dok: BCA)

Sementara itu Direktur BCA Lianawaty Suwono memaparkan, dari proses kreatif, desainer telah berdiskusi dengan perajin, hingga final desain  kurang lebih selama enam bulan, kemudian proses pengerjaan produksi tenunnya sendiri memakan waktu kurang lebih enam bulan juga.

“Dari proses pengerjaan seragam ini, BCA dan IKAT Indonesia memberdayakan lebih dari 2.500 pengrajin di Desa Troso, Jepara. Total panjang kain tenun yang dibuat mencapai 45.000 meter. Seragam baru korporasi ini sendiri juga akan digunakan oleh sekitar 27.000 karyawan di seluruh Indonesia,” ungkap Lianawaty.

 

BCA Berkomitmen Dukung Ekonomi Lokal

Direktur BCA Vera Eve Lim  menambahkan, melalui inisiatif ini juga perseroan berkomitmen mendukung dan menumbuhkembangkan perekonomian lokal dengan membantu masyarakat lokal yang memiliki keahlian dan keterampilan, seperti masyarakat pengrajin tenun ikat.

Model baru seragam BCA bermotif tenun ikat tersebut akan dikenakan karyawan BCA demi memperkuat identitas nasional BCA di lebih dari 1.200 kantor cabang BCA di seluruh Indonesia.

Sejalan dengan itu, Didiet Maulana menegaskan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah BCA dalam memanfaatkan kekayaan tenun ikat Indonesia dan memproduksi secara massal seragam BCA bermotif tenun tersebut. Tenun ikat Indonesia memang sudah mulai populer saat ini dalam khasanah fashion global dan memiliki daya tarik tersendiri karena filofosi dan keindahan yang terkandung dalam produk kreatif tersebut.

Inisiatif BCA tersebut merupakan langkah tepat dalam memperkuat daya tarik tenun ikat dalam tren fashion masa kini.

Karya kreatif tersebut menjalani proses yang cukup panjang, dari upaya mengawinkan kultur BCA dan filosofi kain tenun yang hidup dan diwariskan turun temurun oleh masyarakat perajin tenun ikat. Inisiatif ini juga sangat membantu masyarakat pengrajin tenun ikat untuk tetap berkarya sesuai tren fashion saat ini. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.