Rabu, 29 Juni 22

Berhasil Curi Cetak Biru Produk Apple, REvil Minta Tebusan US$50

Berhasil Curi Cetak Biru Produk Apple, REvil Minta Tebusan US$50
* Pakar keamanan siber Pratama Persadha. (Foto: dok. pribadi)

“Sebelumnya di tanah air sendiri sempat ada kabar bahwa Pertamina diserang oleh ramsomware RansomEXX, namun perusahaan pelat merah itu belum melakukan konfirmasi terkait hal tersebut. Namun, dari info yang didapat ada juga beberapa perusahaan tanah air lain yang juga terkena serangan tersebut,” tegas Pratama.

Menurutnya, kejadian semacam itu seharusnya tidak terjadi di perusahaan-perusahaan yang ada di tanah air. Sebaiknya perusahaan negara selalu bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan audit digital forensik dan mengetahui lubang-lubang keamanan mana saja yang ada pada sistem. Langkah ini sangat perlu dilakukan untuk menghindari pencurian data di masa yang akan datang.

“Peristiwa ini adalah peringatan bagi perkembangan industri teknologi di tanah air yang terkoneksi dengan internet. Bisa dibayangkan bila perusahaan atau sektor strategis dan vital negara banyak yang terkena serangan malware dan juga ransomware. Blackout akan kembali mengancam kehidupan,” ujar pria asal Cepu, Jawa Tengah, ini.

Menurut Pratama, sebaiknya di tanah air sedari dini pemerintah segera menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi dan RUU Ketahanan Keamanan Siber, untuk melengkapi perundangan yang menaungi wilayah siber. Semua pihak dituntut harus bisa meningkatkan keamanan pada sistem informasinya, meningkatkan perlindungan data, meningkatkan edukasi keamanan siber sumber daya manusia (SDM) dan adopsi teknologi terkini. (red/arh)

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.