Jumat, 3 Februari 23

Berbagai Faktor Kekalahan Hillarry Clinton

Berbagai Faktor Kekalahan Hillarry Clinton
* Hillary Clinton dan Donald Trump.

Jakarta, Obsessionnews.com – Dunia tengah dikejutkan dengan kemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Ia berhasil mengalahkan calon dari Partai Demokrat Hillary Clinton. Kemenangan Trump diwarnai kecemasan negara-negara dunia karena kebijakannya yang liberal.

Hampir tidak ada yang menyangka Trump berhasil memenangkan pertarungan yang panas ini. Sebab, dalam berbagai rilis yang dikeluarkan oleh lembaga survei selalu menempatkan posisi Hillary di tingkat atas. Namun, kenyataannya Hillary justru kalah. Lalu apa penyebabnya?

Dari berbagai informasi yang dihimpun, ‎beberapa penyebab kemenangan Donald Trump adalah banyaknya pemilih yang anti-Hillary Clinton. Netizen mulai ramai dengan tagar yang menyalahkan Demokrat karena tidak memilih rival separtainya, Bernie Sanders.

Hal ini terlihat, #DontBlameMeIVotedForBernie, #StillSanders dan #BringBernieBack di media sosial sesaat setelah pemilu. Mereka adalah orang-orang yang kecewa karena Demokrat tidak mendukung Bernie, lalu beralih mendukung Trump.

Jelas kemenangan Trump telah membuat semua orang terkejut. Pasalnya, baik Demokrat maupun Republik pernah habis-habisan ingin menjegal langkah Trump dahulu. Namun ternyata Trump meraih suara elektoral terbanyak.

Tim kampanye Sanders bersikeras bahwa Clinton tidak cocok jadi kandidat partai karena skandal-skandalnya. Wall Street dan skandal surat elektronik menjadi salah satu momok terbesar dibanding Trump yang berkampanye ekonomi kerakyatan.

Belum lagi ada anggapan dari berbagai pengamat politik yang menilai bahwa Amerika belum siap untuk dipimpin seorang perempuan. Saat menjabat di pemerintahan, Hillary juga banyak dituduh telibat dalam skandal kasus.

Seperti jutaan dolar yang ia dapat dari pidatonya, tuduhan terkait serangan di konsulat AS di Benghazi, tuduhan beri akses pada pendonor di Clinton Foundation dan yang terbaru soal penyalahgunaan surat elektronik.

Belum lagi suaminya, Bill Clinton dituduh oleh Sanders sebagai politisi korup yang dilindungi oleh sistem. Trump meneriakkan tuduhan itu lebih keras. Dalam salah satu kampanye terakhir di Florida, Trump mengatakan Clinton dilindungi oleh sistem yang ringkih.

“Kontrak saya dengan pemilih Amerika dimulai dengan mengakhiri korupsi di pemerintahan,” kata Trump.

Termasuk mengambil kembali Amerika dari kepentingan-kepentingan khusus. Kata-katanya persis retorika yang pernah diutarakan Sanders dilansir laman Aljazirah Kamis (10/11/2016).‎ (Albar)

Related posts