Jumat, 24 September 21

Beras Impor Plastik, Penghinaan Bangsa Indonesia

Beras Impor Plastik, Penghinaan Bangsa Indonesia

Jakarta, Obsessionnews – Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Ode Ida menilai beredarnya beras plastik impor di kalangan penjual maupun konsumen merupakan wujud dari keteledoran negara dalam melindungi warganya dari kejahatan pelaku pasar.

Menurut La Ode, beredarnya beras sintetik disebabkan pemerintah terlalu membuka ruang besar terhadap produk impor untuk diperjualbelikan di dalam negara. “Kondisi ini tidak lepas dari kalangan mafia barang-barang impor yang diperoleh izinnya langsung dari Kementerian Perdagangan atau pejabat berwenang terkait lainnya,” ungkapnya kepada obsessionnews.com, Sabntu (23/5/2015).

Dengan beredarnya barang impor beras ini, La Ode juga menganggap bagian daripada penghinaan terhadap bangsa Indonesia. “Ini juga bagian dari ekspresi penghinaan dari pelaku pasar, mafia impor dan negara sumber beras sintetik itu. Barangkali mereka tahu bahwa pemerintah dan rakyat negeri ini sangat gandrung dan tinggi kepercayaannya terhadap produk luar negeri, sehingga barang apa saja dengan mudah ditawarkan untuk masuk ke Indonesia,” tandasnya.

“Sudah jadi rahasia umum kalau para pejabat bisa disogok, rakyat bisa ditipu. Kerjasama antar pejabat yang berwenang di Indonesia dengan pelaku pasar, mafia dan produsen dari negara pemasok yang notabenenya mereka sudah memiliki jalur yang digunakan sepanjang waktu,” geramnya.

Degan kondisi tersebut, La Ode menekankan pemerintah untuk patut belajar dari negara lain seperti Australia, Eropa dan Benua Amerika, dimana barang yang dipasok dari negara lain untuk tembus masuk ke dalam negeri apalagi untuk kepentingan konsumsi rakyatnya termasuk buah-buahan harus terlebih dahulu melakukan deteksi yang berlapis.

La Ode menilai masuknya beras plastik di Indonesia merupakan cermin pemerintah tidak memiliki sikap tegas terhadap pemasokan barang impor, sehingga hanya jadi bahan olokan atau penghinan bangsa lain terhadap bangsa Indonesia.

Ia pun berharap pemerintah segera review perjanjian ekspor impor dengan beberapa negara, dengan metode sementara waktu harus melakukan moratorium. “Jika sudah memastikan asal negara beras sintetik itu, maka harusnya segera menghentikan impor produk barang dari negara itu, agar tidak menghina bangsa kita. Dan segera non-jobkan pejabat yang terkait dengan impor beras itu, apakah menterinya atau pejabat eselon dibawahnya,” tegasnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.