Minggu, 29 Mei 22

Bentrokan Massa dan Polisi Israel Saat Pemakaman Wartawan Palestina

Bentrokan Massa dan Polisi Israel Saat Pemakaman Wartawan Palestina
* Ribuan orang menghadiri pemakaman Shireen Abu Aqla. (EPA/BBC)

Bentrokan pecah dalam pemakaman Shireen Abu Aqla, wartawati Palestina yang ditembak mati saat meliput penyerbuan Israel.

Bentrokan terjadi antara polisi Israel dan massa yang datang menghadiri pemakaman wartawan Shireen Abu Aqla, yang tewas tertembak di daerah yang diduduki Tepi Barat. Pemakaman di Yerusalem Timur itu diselenggarakan dengan keamanan yang diperketat.

Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah massa yang mengibarkan bendera Palestina. Mereka dituduh mengganggu ketertiban umum dengan melempar batu dan meneriakkan slogan-slogan nasionalistik.

Shireen yang bekerja untuk Al Jazeera ditembak mati Rabu (11/5/2022), ketika meliput penggrebekan Israel di kota Jenin. Pembunuhan itu menimbulkan kecaman luas, dengan Israel dan Palestina saling menyalahkan.

Otorita Palestina dan Al Jazeera menyatakan Shireen ditembak mati oleh pasukan Israel, sementara Israel mengatakan tidak bisa memastikan apa yang terjadi dan bahwa wartawati ditembak oleh warga Palestina. Laporan Israel juga menyebutkan kemungkinan “beberapa peluru” ditembak oleh seorang tentara ke “arah teroris yang melepaskan tembakan ke kendaraannya.”

Palestina menolak permintaan Israel untuk melakukan penyelidikan bersama dengan mengatakan mereka tidak percaya Israel. Kedua belah pihak melakukan penyelidikan masing-masing.

Wartawan BBC Tom Bateman di Yerusalem mengaakan ada tekanan untuk melakukan penyelidikan kematian Shireen Abu Aqla secara cepat dan transparan.

Ia mengatakan,fokusnya adalah peluru yang menembaknya, yang ditemukan dalam otopsi namun dilaporkan adalah jenis yang digunakan baik oleh tentara Israel dan Palestina.

Pemakaman diselenggarakan sementara pasukan Israel melanjutkan serangan di daerah yang diduduki di Tepi Barat, Jenin, tempat wartawan berdarah Palestina-Amerika itu ditembak pekan ini.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan penggerebekan pasukan Israel ini melukai setidaknya 11 orang.

Militer Israel mengatakan mereka melakukan “operasi kontra terorisme” di luar Jenin.

Kematian Shireen yang meliput Palestina dan Timur Tengah dalam dua dekade ini diperkirakan akan semakin menyulut ketegangan.

Juru bicara Israel mengatakan ratusan petugas keamanan dikerahkan untuk pemakaman ini.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pihaknya akan membawa kasus pembunuhan Shireen Abu Aqla ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Shireen Abu Aqla tewas ditembak saat meliput serangan Israel di kawasan pendudukan Tepi Barat.

Dalam pidato menjelang pemakaman, Presiden Abbas menggambarkan Shireen Abu Aqla sebagai “suhada dunia yang bebas” yang “mengorbankan nyawanya” untuk membela kepentingan Palestina.

“Kami menganggap otorita pendudukan Israel bertanggung jawab atas pembunuhannya dan tidak akan bisa menutup-nutupi fakta dengan kejahatan ini,” kata Presiden Abbas pada Kamis (12/5/2022).

Ditambahkan bahwa Otorita Palestina menolak tawaran Israel untuk melakukan penyelidikan bersama “karena kami tidak mempercayai mereka” dan kasus ini selanjutnya akan diajukan ke Mahkamah Pidana Internasional. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.