Selasa, 9 Agustus 22

Bentrok, Aksi Demo Siram Markas Polisi dengan Cat

Bentrok, Aksi Demo Siram Markas Polisi dengan Cat
* Para pengunjuk rasa dekat ceceran cat di markas besar polis di Bangkok, Thailand. (Foto: AFP/Antonov)

Ribuan massa pengunjuk rasa di Thailand berkumpul di luar markas polisi di Bangkok dan menyiram bagian depan bangunan itu dengan cat, pada Rabu (18/11) malam, sehari setelah aksi yang diwarnai kekerasan menyebabkan puluhan orang terluka.

Didorong kemarahan pada keputusan pemerintah menolak usulan reformasi konstitusi – tuntutan kunci para pengunjuk rasa – serta tuduhan aksi kekerasan oleh polisi, para demonstran melemparkan ember-ember berisi cat warna-warni dan menyemprotkan grafiti pada fasad bangunan markas kepolisian Kerajaan Thailand.

Polisi membarikade diri mereka sendiri di dalam markas dan tidak turun tangan.

Thailand telah diguncang oleh unjuk rasa yang dipimpin mahasiswa selama berbulan-bulan. Mereka menuntut reformasi konstitusi, pencopotan perdana menteri negara itu, serta perubahan pada monarki.

Pada Selasa (17/11), Thailand mengalami unjuk rasa yang diwarnai kekerasan terbesar dalam beberapa bulan terakhir, ketika para demonstran bentrok dengan polisi.

Sedikitnya 40 orang terluka setelah pengunjuk rasa melemparkan bom asap dan kantung-kantung berisi cat ke arah polisi, yang membalas dengan meriam air dan gas air mata.

Para pengunjuk rasa berusaha mencapai parlemen, tempat para anggota legislatif memperdebatkan kemungkinan perubahan pada konstitusi, termasuk usulan kontroversial oleh kelompok sipil Dialog Internet untuk Reformasi Hukum (iLaw) yang didukung banyak pengunjuk rasa.

Usulan itu meminta pemerintahan yang lebih demokratis dan transparan, serta reformasi yang memastikan hanya anggota parlemen terpilih yang bisa menjadi perdana menteri. Thailand saat ini memiliki sistem yang membolehkan parlemen untuk menominasikan orang yang tidak dipilih oleh rakyat sebagai PM.

Pada Rabu (18/11) sore, usulan itu ditolak, memicu unjuk rasa baru.

“Kami datang ke sini murni karena marah,” kata salah satu pemimpin aksi protes, Panusaya “Rung” Sithijirawattanakul, kepada kantor berita Reuters.

Para pengunjuk rasa melemparkan botol kaca melewati dinding markas polisi, yang dibarikade dengan balok beton dan kawat berduri.

Pengunjuk rasa lainnya menulis slogan anti-kerajaan di dinding, dan mencoret-coret alas pigura bergambar Ibu Suri Thailand Sirikit, meskipun potretnya sendiri tidak disentuh. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.