Jumat, 7 Oktober 22

Bentrok Aceh, Aparat Polisi Kalah dengan Massa

Bentrok Aceh, Aparat Polisi Kalah dengan Massa

Jakarta, Obsessionnews – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengakui, pada saat terjadi bentrokan antar kelompok warga di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (13/10/2015), ada aparat Kepolisian yang sudah berjaga dan mengantisipasi kerusuhan.

Namun, diakui oleh Badrodin jumlah aparat Kepolisian kalah banyak dengan jumlah massa, sehingga Polisi tidak mampu menghalau bentrokan yang telah mengakibatkan korban luka berjatuhan ‎dan satu orang tewas.

“Persoalan ini sudah diketahui empat bulan yang lalu ya, masalah gereja-gereja ini. Saya jadi menyesalkan terjadi penyelesaian dengan pembakaran,” ujar Badrodin di rumah dinas, Jalan Pattimura, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015).

Menurutnya, aparat Kepolisian yang berjaga dilokasi setempat hanya berjumlah 20 orang. Sementara, masa berjumlah lebih dari 700 orang. Kondisi itu kata dia, jelas tidak sebanding. Gereja-gereja pun akhirnya dibakar oleh massa.

“Karena obyek yang diamankan tersebut cukup banyak, sementara yang mengamankan hanya sekitar 20 orang, ya massa (penyerang) yang dihalangi itu lalu berpencar menuju ke gereja dan gereja itu dibakar,”‎ tuturnya.

Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka pada peristiwa itu. Namun, sebanyak 20 orang dari organisasi masyarakat telah diamankan untuk diperiksa iintensif. Polisi juga sudah menyita, sepeda motor, bambu, kemudian mobil sebagai barang bukti bentrokan.

Bentrokan terjadi karena ada kelompok Ormas yang tidak puas dengan kesepakatan pemerintah daerah untuk membongkar 21 gereja yang tidak mendapat izin. Masa yang sudah dimobilisasi itu kemudian melakukan penyerbuan. Namun, saat ini kondisinya sudah semakin kondusif. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.