Sabtu, 4 Februari 23

Bensin Ikut Mekanisme Pasar Tidak Tepat

Bensin Ikut Mekanisme Pasar Tidak Tepat

Jakarta, Obsessionnews – Kalau dulu pemerintah mati-matian menyokong harga jual bensin eceran agar masyarakat mampu menjangkau, kini harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) sudah diserahkan pada mekanisme pasar.

Memang, tidak ada pilihan lain ketika pemerintah putuskan mengerek naik harga jual eceran bbm subsidi. Sebab seperti sudah diketahui, beban yang menggelendot di pundak APBN mencapai Rp40 triliun setiap bulannya.

“Tidak ada pilihan karena beban subsidi itu sudah berat. Semua menekan, sampe Jokowi juga kan nolak kenaikannya waktu masih walikota. Sekarang dia terapkan kebijakan itu,” kata pengamat energi Yusrin Usman kepada obsessionnews.com di Jakarta.

Lantas, berapa harga keekonomian bensin subsidi itu sendiri ? Menurut Yusrnin, penentuannya harus melihat biaya penyimpanan, pajak pertambahan nilai, pajak bahan bakar, distribusi dan lain sebagainya. Juga, kudu melihat nilai tukar dollar terhadap rupiah.

Akhirnya, harga jual bensin eceran sudah terlanjur dinaikkan. Dan, harga komoditi pokok penunjang hajat hidup rakyat juga turut melambung. Celakanya, harga diserahkan begitu saja pada mekanisme pasar demi menyelamatkan APBN. Ini, menurut Yusrin sangat tidak tepat.

“Karena efek dominonya kuat. Begitu harga turun sulit untuk turun harga-harga yang lain,” kata dia. (MBJ)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.