Jumat, 5 Juni 20

Benarkan Setan Dibelenggu/Diikat Rantai Saat Ramadhan? 10 Setan yang Dirantai Saat Ramadhan

<span class=Benarkan Setan Dibelenggu/Diikat Rantai Saat Ramadhan? 10 Setan yang Dirantai Saat Ramadhan">
* ilustrasi - setan iblis

Bulan ramadhan memiliki keistimewaan bagi ummat Islam di seluruh dunia. Mendengar kata Ramadan, kita sering juga mendengar adanya kalimat bahwa setan-setan/iblis dibelenggu, diikat atau dirantai saat bulan Ramadan. Sebagai penggoda utama manusia untuk melakukan perbuatan tercela, seharusnya kemaksiatan tidak lagi terjadi di Bulan Suci ini.

Namun, meski setan telah dibelenggu selama Ramadhan, kita masih sering menemukan berbagai kemaksiatan dan kejahatan dilakukan manusia selama Ramadhan. Apakah setan tersebut lepas dari belenggunya? Ataukah manusianya yang tak memperdulikan bulan suci Ramadan, makanya masih melakukan sebuah kemaksiatan?

Setan Dibelenggu di Bulan Ramadan Pada dasarnya, memang setan dirantai, dibelenggu ketika bulan suci Ramadan tiba. Dibelenggu yang dimaksudkan adalah ruang gerak setan terbatas ketika bulan puasa.

Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda,”Apabila datang Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” didalam riwayat Ibnu Khuzaimah didalam shahihnya disebutkan sabdanya saw,”Apabila malam pertama dari bulan Ramadhan maka setan-setan dibelenggu yaitu jin-jin yang durhaka..”

Jin-jin yang durhaka adalah yang secara total berbuat kejahatan. .. dikatakan bahwa hikmah dari diikat dan dibelenggunya setan adalah agar tidak membisik-bisikan kejahatan kepada orang-orang yang berpuasa. Dan tanda-tandanya adalah banyaknya orang-orang yang tenggelam didalam kemaksiatan kembali bertaubat kepada Allah swt.

Adapun apa yang terjadi sebaliknya pada sebagian mereka maka sesungguhnya itu adalah pengaruh-pengaruh dari bujuk rayu setan yang telah tenggelam didalam jiwa-jiwa orang-orang pelaku kejahatan serta menghujam didalamnya…

Al Hafizh didalam ”al Fath” mengatakan bahwa Iyadh mengatakan,”Kemungkinana bahwa lahiriyah dan hakekatnya adalah itu semua tanda bagi malaikat untuk memasuki bulan (Ramadhan) dan mengagungkan kehormatan bulan itu serta mencegah setan-setan untuk menyakiti orang-orang beriman. Dan bisa juga berarti suatu isyarat akan banyaknya pahala dan ampunan dan bahwa setan dipersempit upayanya untuk menyesatkan mereka sehinga mereka bagaikan terbelenggu.”

Itu adalah perkara yang bisa diraba, maka sesungguhnya kejadian itu didalam bulan ramadhan lebih sedikit dari bulan lainnya. Jadi tidak mesti dengan dibelenggunya seluruh setan maka tidak akan terjadi satu kejahatan atau satu kemaksiatan karena disisi lain terdapat banyak sebab lainnya yang bukan dari setan seperti jiwa-jiwa yang kotor, kebiasan-kebiasaan buruk, setan manusia dan lainnya.” (Tuhfatul Ahwadzi juz II hal 219)

Hadis Nabi saw yang menyatakan bahwa pada bulan Ramadhan setan dikerangkeng oleh Allah swt artinya sebagai berikut, “Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu sorga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” [HR. Muslim]

Dalam hadis di atas, pembelengguan setan (wa shufidat as-syayaathiin) secara bahasa berarti bahwa Allah swt mengikat mereka dengan tali atau rantai seperti halnya di dunia nyata. Itu maknanya secara hakiki. Namun pemaknaan secara hakiki itu belum tentu jadi alternatif satu-satunya. Yakni benar begitu adanya. Buktinya para ulama pun pada berbeda pendapat dalam memaknadi “shufidat as-syayaathiin” tersebut.

Ada yang memaknainya secara hakiki: setan itu memang hakikatnya dibelenggu selama Ramadhan, tidak bisa menggoda manusia lagi. Dan ada pulan yang menggunakan makna majaz : bukannya setan terbelenggu sepenuhnya secara hakiki, dia masih bebas berkeliaran, cuma tidak mempunyai kesempatan luas untuk menggoda manusia, pintu-pintu rahmat dan ampunan dibuka Allah seluas-luasnya.

10 Setan yang Dirantai Saat Ramadhan
Diriwayatkan oleh Bukhari, no1899. Muslim, no. 1079, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Apabila bulan Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.”

Para Ulama berbeda (pendapat) mengenai makna di belenggu nya setan-setan pada bulan Ramadhan, menjadi beberapa pendapat:

Al-Hafidz Ibnu Hajar seraya menukil dari Al-Hulaimy: ” Kemungkinan maksudnya adalah para setan tidak bersungguh-sungguh menggoda kaum muslimin, sebagaimana yang mereka lakukan dibulan lainnya, karena kesibukan (manusia beribadah). (Atau) yang dimaksud para setan (yang dibelenggu) adalah sebagian dari mereka, yaitu dari jenis pembangkang di antara mereka, (atau yang dimaksud) dibelenggu adalah dibelenggu dengan puasa yang berfungsi menekan dorongan syahwat, atau dengan bacaan Al-Quran dan Dzikir.

Yang lainnya (selain Al-Hulaimy) berkata, maksud dibelenggu adalah diikat dengan rantai. Iyadh berkata: Ada kemungkinan maknanya sesuai dzahir dan hakikatnya. Yaitu sebagai tanda bagi para malaikat akan masuknya bulan Ramadhan, agar mereka mengagungkan kesuciannya dan melarang para setan menganggu kaum beriman. Kemungkinan juga (maknanya) sebagai simbol banyaknya pahala dan pengampunan. Dan berkurangnya gangguan setan, sehingga seakan-akan mereka dibelenggu.

Dia berkata, yang menguatkan kemungkinan kedua ini adalah ungkapan dalam riwayat Yunus dari Ibnu Syihab dalam riwayat Muslim, (yaitu ungkapan) ‘Pintu-pintu rahmat dibuka.’ Dia juga berkata bahwa (makna) dibelenggunya setan adalah simbol dilemahakan nya (setan) dalam menggoda dan menghias syahwat.

Zin bin Munayyir berkata, ‘Pendapat pertama (makna dibelenggu secara dzahir) lebih tepat. Lafadz ini tidak perlu dialihkan dari dzhir nya.’

Kesimpulannya, (makna) setan dibelenggu adalah bersifat hakiki, (nyata), Allah yang lebih mengetahui tentang hal tersebut. dan hal itu tidak harus berarti bahwa kejelekan dan kemaksiatan tidak terjadi diantara manusia.

Berikut ini 10 jenis setan yang dibelenggu pada bulan Ramadhan
1. Iblis laknatullah itu sendiri
2. Zalitun (anak Iblis), pakar dalam hal menggoda manusia ke arah sifat membazir dan bakhil.
3. Wathiin, pendorong manusia berprasangka buruk dan putus asa terhadap Allah.
4. A’awan, yang ditugaskan khas dalam menggoda raja / pemimpin besar supaya bersikap sombong dan takabur serta dzalim terhadap rakyatnya.
5. Haffah, yang menggoda manusia agar meminum arak/khamr (minuman yang memabukkan).
6. Murrah, yang melalaikan manusia dari mengingati Allah dengan musik, hiburan, gossip, dan segala benda yang melalaikan.
7. Masuud, yang membinasakan manusia melalui kata-kata fitnah, gossip, umpatan, dan apa saja yang muncul dari lidah dan mulut.
8. Daasim, yang merusak rumah tangga manusia dan menggoda ke arah zina dan maksiat.
9. Walaahan, yang suka menimbulkan rasa was-was dalam diri manusia khususnya ketika berwudhu, shalat, dan menganggu ibadah kita yang lain.
10. Lakhuus, yang menyesatkan akidah manusia dengan menyembah api, berhala, binatang, dan lain-lain.

Mereka inilah adalah 10 jenis setan yang dirantai di bulan puasa dan dicampak kan ke dalam lubang yang paling dalam dan gelap di laut. Mereka ibarat kerabat diraja Iblis berdarah tulen dan mempunyai kedudukan hiraki tertinggi dalam sistem pemerintahan Iblis.
Mereka diberi umur yang panjang sehingga akhirat dan di bawah mereka ada tentara jin dan setan yang bertugas untuk menyesatkan manusia. Bila mereka dirantai, anak buahnya masih bisa bebas di bulan puasa tetapi hilang arah dan tujuan seketika karena tidak ada ketuanya. Wallahua’lam. (*/Majalah HIKMAH)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.