Sabtu, 25 September 21

Benar Petral Sarang Penyamun?

Benar Petral Sarang Penyamun?
* ilustrasi bongkar mafia minyak. (kompasiana)

Jakarta, Obsessionnews – Dikabarkan sebelumnya, proses pembubaran Petral yang disebut-sebut sebagai sarang penyamun telah muncul sejak tahun 2006 lalu. Di era kepemimpinan Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN juga muncul. Namun, selalu mentok di meja Presiden yang saat itu dijabat SBY.

Menurut pengamat energi Yusrin Usman, kalau memang ada permainan penyamun dalam tata kelola migas dan mentok di meja Presiden, harusnya sudah ditangani penegak hukum.

“Tanya sama dia (Menteri ESDM saat ini – red) kalau mentok di Presiden. Kalau mafia ada, di penegak hukum dong. Soal mafia ini dijadikan tumbal sama mereka,” kata Yusrin kepada obsessionnews.com di Jakarta.

Yusrin menjelaskan, Petral yang memang beroperasi dan bermarkas di Singapura, dicitrakan tunduk pada Undang-Undang di negeri singa tersebut.

“Mereka yang bekerja, seolah tunduk pada Undang-Undang di Singapura. Mereka akan kena delapan tahun kalau buka mulut.
Bayangkan kalau anda seperti itu, digebukin terus tapi ga boleh ngomong. Soal presiden yang tahu banyak, tanya sama direksi. Kan dia harus lapor sama bosnya,” kata Yusrin.

Akhirnya, Yusrin mempertanyakan pembubaran Petral yang disebut-sebut banyak mencetak laba. Dia bilang, bagaimana dengan puluhan perusahaan BUMN lain yang merugi terus. (MBJ)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.