Minggu, 25 Oktober 20

Belum Ada Rumah yang Dibangun Pemerintah di Lombok

Belum Ada Rumah yang Dibangun Pemerintah di Lombok
* Warga Kecamatan Gangga Lombok Utara menerima bantuan dari posko Pramuka Peduli. (Foto: Dokumentasi Pramuka Peduli)

Lombok Utara, Obsessionnews.com Gempa yang terjadi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tiga bulan lalu masih menyisihkan beragam persoalan yang belum terselesaikan. Ribuan warga masih berada di tenda-tenda pengungsian. Mereka hidup dengan segala keterbatasan dari bantuan berbagi lembaga kemanusiaan.

Saat Obsessionnews.com menyambangi wilayah Lombok Utara, tepatnya di Kecamatan Gangga dan Tanjung, terlihat jelas masyarakat yang tinggal di tenda-tenda pengungsian. Lombok utara adalah wilayah yang paling parah dalam gempa bumi di Lombok. Hampir seluruh wilayah di sini rata dengan tanah.

Janji pemerintah membuatkan rumah sampai saat ini belum ada yang terealisasi. Karenanya wajar warga di Lombok sempat melakukan demo ke pemerintah provinsi menuntut agar pemerintah bisa segera memenuhi janji-janjinya.

“Sama sekali belum ada bantuan dari pemerintah. Rumah yang katanya dijanjikan sampai saat ini belum ada kabar. Kita masih hidup di tenda pengungsian,” ujar Jumilati, warga Kecamatan Gangga, saat ditemui Senin (1/10/2018).

Jumilati menyebut, pemerintah menjanjikan setiap kepala rumah tangga mendapat jatah Rp 50 juta untuk membangun rumah. Distribusi bahan makanan pokok juga sudah tidak lagi diberikan. Bantuan sementara masih diberikan dari lembaga-lembaga kemanusiaan.

“Bantuan sembako masih diberikan bukan dari pemerintah. Tapi lembaga swasta, itu pun juga sudah jarang-jarang,” jelasnya.

Menurutnya, kalau alasan masih dalam proses pendataan, kinerja pemerintah masih dianggap lamban. Sebab, dalam  kurun waktu yang cukup lama ini mestinya pemerintah sudah memiliki data beberapa rumah yang akan dibangun. Sehingga tidak melulu dijadikan alasan.

“Mestinya begitu gempa terjadi pemerintah sudah punya data berapa kerusakan dan rumah yang roboh,” kata dia.

Sebelumnya pemerintah akan menyiapkan anggaran Rp 50 juta per rumah, untuk perbaikan rumah warga yang terdampak gempa bumi berkekuatan 6,4 SR di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengunjungi lokasi terdampak gempa di Kabupaten Lombok Timur menyampaikan bantuan uang Rp 50 juta, berdasarkan permintaan masyarakat setelah dilakukan pengecekan secara langsung.

“Tadi saya tanyakan ke masyarakat langsung, tadi berapa pak? Rp 40 juta, di sana Rp 45 juta, sekitar Rp50 juta, saya hanya ingin kroscek saja, bukan menentukan, tapi kurang lebih Rp50 juta, plus minus, kan ada rusak berat, ringan, tidak rusak,” papar Jokowi, Senin (30/7/2018).

Menurut Jokowi, jumlah rumah yang rusak saat ini masih proses verifikasi di kelurahan, kecamatan, dan nantinya akan disampaikan oleh Gubernur NTB agar rumah warga yang rusak dapat diperbaiki secara cepat.

‎”Ini akan segera ditindaklanjuti oleh Kepala BNPB, disupervisi Kementerian PU, dan diawasi dikawal Pak Gubernur Pak Bupati. Yah saya kira semuanya sudah jelas,” paparnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.