Sabtu, 21 Mei 22

Belanja Pembangunan Papua Tak Efektif, Jokowi Minta Evaluasi

Belanja Pembangunan Papua Tak Efektif, Jokowi Minta Evaluasi
* Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pembangunan infrastruktur dan segala manfaatnya tak hanya ingin dirasakan di Pulau Jawa. Pemerintah di bawah komando Presiden Jokowi ingin mengupayakan pemerataan pembangunan dengan daerah di luar pulau Jawa.

Papua merupakan salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian khusus dari Presiden. Dalam pengantar rapat terbatas mengenai pembangunan di Papua, Presiden Jokowi turut mengevaluasi program pembangunan di Bumi Cenderawasih tersebut.

Menurut Presiden, permasalahan pembangunan di Papua bukanlah terletak pada besar-kecilnya alokasi anggaran pembangunan Papua. Jumlah Rp85,7 triliun yang digelontorkan pada tahun anggaran 2016 merupakan jumlah yang besar.

“Tapi pada proses perencanaan yang melibatkan berbagai sektor dan daerah belum sepenuhnya terintegrasi dengan baik sehingga belanja pembangunan tidak efektif,” tegas Presiden dalam rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/11/2016).

Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima Presiden, sebanyak 46 persen program kementerian dan lembaga yang ada cenderung berpusat pada lokasi yang mudah dijangkau dan mudah diimplementasikan. Padahal, sebagaimana diketahui, Papua sendiri memiliki wilayah yang sangat sulit dijangkau.

“Tapi ini juga tidak benar kalau dilakukan terus menerus,” ucapnya.

Oleh karenanya, Presiden menginstruksikan agar kementerian dengan pemerintah daerah harus berkoordinasi, fokus, dan berjalan bersama-sama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Papua. Hal-hal yang selama ini terjadi tidak boleh terus dibiarkan.

“Saya minta kerja kita fokus pada peningkatan akses serta kualitas pendidikan dan kesehatan. Hal ini penting untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua,” imbuhnya.

Meski Indeks Pembangunan Manusia di Papua pada tahun 2015 mengalami peningkatan 0,50 poin, namun saat ini masih di bawah 60. Artinya masih pada posisi rendah,” ujar Presiden.

Sementara itu, agar terjadi pemerataan pembangunan dan keadilan pada rakyat Papua, Presiden meminta dilakukan percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan pengembangan konektivitas antar wilayah, antar kabupaten dan antar kota. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.