Kamis, 9 April 20

Belajarlah Dari Idul Fitri untuk Membangun Indonesia Berkeadilan

Belajarlah Dari Idul Fitri untuk Membangun Indonesia Berkeadilan

Oleh : Habil Marati (Mantan Anggota DPR RI)

 

Di dalam Alquran banyak sekali ayat ayat, di mana Allah meminta manusia untuk memikirkan semua ciptaanNYA di sekeliling manusia, dan Allah menjamin tidak akan ada pertentangan satu sama lain. Demikian juga ketika siti Hajar berlari lari dari satu bukit kebukit lainnya untuk mencari air kehidupan tentu gerakan Siti Hajar ini di dorong oleh nalurinya sekaligus menginspirasi Siti Hajar bahwa untuk mendapatkan karunia Allah harus bekerja berdasarkan Keimanan, Naluriah serta Gerakan ( kerja) atas dasar ketiga hal ini lah Siti Hajar menemukan sumber air yang di kenal dengan air zam zam ( Zam = kumpul).

Demikian pula bahwa Bangsa Indonesia ini ada hanya bermodalkan selember kertas yaitu teks proklamasi, meskipun negara Indonesia ini ada hanya bermodalkan selembar kertas tapi sakti karena didapatkan atas berkah Rahmat Allah SWT berdasarkan ihtiar keinginan luhur bangsa Indonesia.

Bisa dibayangkan, hanya butuh satu bulan Jakarta bebas dari kemacetan, jadi jakarta tidak butuh MRT tapi butuh Idhul Fitri, momentum Idhul Fitri jakarta benar benar bebas dari kemacetan segala urusan jadi cepat dan gampang. Apakah ada kegiatan lain di Indonesia ini selain Idhul Fitri yang bisa membuat Jakarta dan kota kota besar lainnya tidak macet?, kan tidak ada? Ayo kegiatan apa?.

Momentum Ramadhan dan Idhul Fitri tidak hanya menjadi heroik spritual biasa tapi mengandung ilmu maha dahsyat khususnya Ilmu pembangunan ekonomi dan pemerataan pembangunan khususnya untuk menghilang ketimpangan pembangunan antar Daerah dan wilayah maupun ketimpangan lapangan kerja antar daerah dan wilayah.

Sudah saatnya Pemerintah memikirkan momentum Ramadhan dan Idhul Fitri sebagai bagian dari inspiratif Pembangunan bangsa baik fisik, mental, jasmani maupun rohani. Momentum Ramadhan dan Idhul Fitri dari sisi ekonomi melibatkan sumber daya ekonomi yang sangat besar, kapitalisasi nilai ekonomi yang di ciptakan Ramadhan dan Idhul Fitri sebesar 2 x nilai GDP Indonesia.

Ini bisa dihitung dengan melihat apa saja kegiatan ekonomi yang terlibat dari mulai Ramadhan sampai dengan Idhul Fitri, yaitu saya sebut FI3T, apa itu FI3T, FI3T adalah kegiatan ekonomi Ramadhan dan Idhul Fitri selama 1 bulan yaitu : Financial, Infrastruktur, Transportasi, Trade ( perdagangan) dan Telekomunikasi, industri Transportasi nilai kapitalisasinya pasti naik berlipat lipat karena disebabkan proses perpindahan manusia dari satu kota ke kota lain.

Demikian juga pada sektor perdagangan naik tajam disebakan belanja sektor rumah tangga naik tajam,Demikian sektor telekomunikasi nilai kapitalisasinya naik tajam karena naiknya volume percakapan dan pengiriman berita. Belanja infrastruktur dari sektor pemerintah menambah stock uang yang beredar di masyarakat, naiknya belanja infrastruktur oleh pemerintah dalam jangka pendek memperlancar arus barang dan perjalanan para pemudik, sedangkan dalam jangka panjang bertujuan untuk memperlancar arus ekonomi antar kota.

Financial sebagai darah segar kegiatan Ramadhan dan Idhul Fitri mengalami kenaikan yang luar biasa besar ini di sebabkan adanya aliran dana segar masuk kepasar keuangan dari penduduk muslim dan bentuk Zakat, infak, sedekah maupun belanja rutin rumah tangga Muslim. Seandainya Zakat ini di kelola dengan baik maka pemerintah mendapatkan dana murah untuk membangun infrastruktur, dan sektor riel.

Dari 250jt penduduk Indonesia ada sekitar 220jt penduduk Muslim, dari 220 jt penduduk muslim ini taruh lah 150 jt orang bayar zakat dan infak rata rata per orang RP. 85000 silahkan kalikan dengan 150jt orang kan besar?. Allah menciptakan Ramadhan dan Idhul Fitri bagi yang memikirkan dan berakal mengandung nilai nilai ekonomi, Keadilan, kesejahteraan, persatuan dan demokrasi dan sesuai dengan Pancasila.

Idhul Fitri Isnpiratif Model Pembangunan Ekonomi
Tidak ada model pembangunan ekonomi apapun sedahsyat momentem Idhul Fitri ini, Tidak akan pernah ada kegiatan Ekonomi apapun dalam kurung waktu satu bulan Jakarta dan kota kota lainnya di Indonesia bebas dari kemacetan tentu untuk beberapa hari saja. Momentum Idhul Fitri ini mengandung nilai nilai inspiratif ekonomi, yang ingin saya sampaikan atau katakan adalah mengapa Jakarta bisa bebas dari kemacetan pada kegiatan Idhul Fitri?

Untuk menjawab narasi ini, saya ingin coba memberikan argumentssi, Pertama Pemerintah seharusnya membangun fasilitas ekonomi daerah daerah continental terintegrasi pulau jawa- Jakarta, Fasilitas daya tarik Jakarta harus di copy paste ke daerah daerah lain, Kedua, beberapa Depertemen yang berhubungan dengan sektor riel seperti Pertanian, Kelautan, Peternakan, Pedesaan, Kehutanan dan Pertambangan harus di relokasi ke daerah daerah sasaran pembangunan serta di jadikan sebagai penyanggah Nasional.

Ketiga, Pembangunan sistim transportasi terintegrasi padan Jakarta-Pulau Jawa yang cepat, murah, aman, nyaman dan bersih, Ke empat Menciptakan industrial estate dengan sistim cluster terintegrasi dengan utilitas, Ke Lima, memberikan insentif permodalan dan harga khususnya pada industri industri padat karya, Industri industri inovatif dan UKM, Ke Enam, Pemerintah membangun pusat pusat Riset di jalur non remote area Jakarta- Pulau Jawa.

Dengan demikian Jakarta tidak lagi menjadi kota penumpukan segala harapan dan kepentingan. Momentem Idhul Fitri telah memberikan bukti nyata pada Pemerintah bahwa hanya dengan Idhul Fitri jakarta bebas dari kemacetan, ada ilmu yang bisa di jadikan inspirasi untuk mendesign model model pembangunan Indonesia dalam rangka menciptakan kesetaraan pembangunan Nasional, oleh sebab itu Relokasi dan distribusi sumber sumber daya nasional sudah saatnya di berikan ke daerah daerah baik non remote area maupun remote area. (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.