Jumat, 3 Februari 23

Bela LGBT, Jerman Diingatkan Spanyol: Awas Tersingkir Dini!

Bela LGBT, Jerman Diingatkan Spanyol: Awas Tersingkir Dini!
* Timnas Jerman di Piala Dunia 2022. (Getty/Goal)

Di tengah protes Jerman perihal ban kapten ‘One Love’, simbol LGBT, yang dilarang FIFA selama perhelatan Piala Dunia 2022 kemudian direspons Der Panzer dengan gesture menutup mulut sebelum kick-off melawan Jepang, pasukan Hansi Flick diingatkan untuk berhati-hati tersingkir dini di Qatar.

Spanyol yang lagi menggila, mengirim pesan peringatan untuk Jerman yang baru saja dipecundangi Jepang.

Kekalahan mencengangkan 2-1 dari Jepang di laga pembuka membuat Jerman wajib meraih kemenangan di dua laga berikutnya jika menatap peluang lolos ke fase 16 besar.

Yang jadi masalah lawan Jerman berikutnya adalah Spanyol, yang seolah mengirim sinyal ancaman ke rivalnya tersebut setelah meraih kemenangan bombastis 7-0 melawan Kosta Rika. Big match ini akan tersaji, Minggu akhir pekan ini.

Spanyol memahami, mereka bisa langsung lolos ke babak gugur jika berhasil menaklukkan skuad Hansi Flick, yang berarti juara dunia empat kali itu mengepak koper lebih dini.

Dani Olmo, yang tampil gemilang saat pembantaian Kosta Rika, mengirim peringatan untuk negara tempat dia berkarier [RB Leipzig] itu.

“Kami tahu, apa arti kemenangan bagi kami. Kami membuat start bagus tapi hal yang kami bicarakan setelahnya adalah bahwa kami harus memperlakukan laga kontra Jerman seperti final. Kualifikasi adalah tujuan pertama kami,” tutur Olmo.

“Itu petanda bagus bahwa enam pemain mencetak gol di laga pertama kami. Ini adalah sesuatu yang akan memberi kami kepercayaan diri,” tambah Olmo, soal kebringasan pasukan Luis Enrique memberondong gawang Kosta Rika tujuh kali.

Pesan peringatan serupa dikirim Marco Asensio untuk Jerman. Dia menegaskan: “Kami ingin memastikan kami mencapai fase 16 besar.”

“Kami tidak ingin menyambut laga terakhir dengan membutuhkan sesuatu saat melawan Jepang karena mereka sangat teratur dan disiplin,” ulas Asensio. (Goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.