Minggu, 27 November 22

Begini Alasan PKS Akhirnya Mencabut Dukungan untuk Deddy Mizwar

Begini Alasan PKS Akhirnya Mencabut Dukungan untuk Deddy Mizwar
* Hidayat Nur Wahid menerima Majalah Men's Obsession di Istana Negara.

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyebut ada alasan kuat kenapa PKS akhirnya menarik dukungan kepada Deddy Mizwar sebagai calon gubernur Jawa Barat dalam Pilkada 2018 mendatang.

Proses itu dimulai dengan adanya dinamika yang luar biasa. Di mana Hidayat mengaku sejak awal sudah sepakat untuk mendukung Deddy Mizwar dengan Ahmad Syaikhu bersama Partai Demokrat dan Partai Gerindra.

“Yah secara prinsip memang terjadi dinamika yang luar biasa. Dulu kan kami PKS itu dengan ketika mencalonkan Pak Demiz itu kan dalam posisi dengan Gerindra juga,” ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/12).

Namun dalam perjalanannya, kata dia, ada aspirasi dari bawah di internal Partai Gerindra yang tidak menginginkan Deddy Mizwar menjadi cagub dari Partai Gerindra. Meski segala sesuatu sudah diupayakan, namun ternyata belum ada satu kesepakatan bulat terkait hal tersebut.

Hidayat melanjutkan, saat Partai Gerindra belum tuntas mendukung Deddy Mizwar, lalu masuklah Partai Demokrat yang lebih tegas mendukung Deddy Mizwar. Namun kata dia, ternyata kontrak politik yang dibuat Deddy dengan partai yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

“Kontrak politik dimana disebutkan di antaranya adalah Demiz juga akan mendukung capres yang diajukan Demokrat. Kriteria ini kami belum pernah diajak bicara, karena PKS belum bicara capresnya siapa,” kata Hidayat.

Hal inilah yang kemudian membuat PKS berpikir dan enggan terikat dengan kontrak politik soal pencapresan di 2019. Hidayat menuturkan, PKS pun menilai belum menjadi fokus utama. Fokus partai tidak lain memenangkan Pilkada 2018.

“Kalau kemudian menjadi seolah-olah kami harus kemudian terikat dengan capres dan kami juga belum tahu siapa dia itu kan jadi permasalahan yang lainnya dan tentu kami juga mempertimbangkan keadaan di lapangan,” kata Wakil Ketua MPR tersebut.

Akhirnya kata Hidayat, meski tetap mengapresiasi kinerja yang telah diberikan Deddy Mizwar sebagai wakil gubernur Jawa Barat mendampingi Ahmad Heryawan, PKS pun akhirnya memilih berkoalisi dengan Gerindra yang mendukung Sudrajat-Syaikhu. Lagipula terkait hal tersebut, sudah dikomunikasikan kepada Deddy dan juga publik.

“Begitulah dari awalnya. Jadi kita kembali pada keputusan awal yang memang sudah kita putuskan karenanya kita tidak dalam tanda kutip meninggalkan siapapun, kita kembali pada kebijakan dasar. Kita berkoalisi dengan Gerindra,” ungkapnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.