Kamis, 6 Oktober 22

Begal APBD, Kriminalitas yang Resahkan Publik

Begal APBD, Kriminalitas yang Resahkan Publik

Jakarta, Obsessionnews – Perseteruan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dengan DPRD DKI Jakarta ihwal penggunaan hak angket terhadap dugaan dana siluman dalam proses pembahasan RAPBD 2015 terhadap pengadaan tender alat uniterruptible power supply (UPS) masih terus bergulir. Namun, tidak semua warga Jakarta yang mengetahui perseteruan tersebut.

Salah satu teman Ahok dan juga pengunjung Car Free Day (CFD) Jakarta Funny mengatakan, banyak juga pengunjung CFD Jakarta yang menayakan perseteruan tersebut dan mereka banyak juga mengetahui permasalahan itu.

Namun, ketika Funny ditanyakan kenapa menggunakan kata ‘Begal’ dalam aksinya ? Funny menjelaskan apa yang diduga dilakukan DPRD dalam pembegalan RAPBD 2015 bertepatan dengan aksi kriminalitas yang terjadi saat ini.

“Begal APBD itu lebih, mengambil aksi kriminalitas yang sedang meresahkan masyarakat saat ini,” ujar Funny kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2015).

Menurut Funny, banyak peserta CFD yang menayakan perseteruan Ahok dengan DPRD tersebut, sebelum  mengisi surat petisi dukungan terhadap Ahok. “Tetapi dalam petisi ini kita sudah ada sedikit penjelasan dan juga kadang kami ikut menerangkan soal petisi ini,” katanya.

“Tetapi, kebanyakan yang datang itu sudah tau apa permasalahanya antara Ahok dengan DPRD, ” tambahnya.

Setidaknya, lanjut Funny, ada sekitar 3000 surat petisi yang disediakan oleh teman-teman dalam rangka untuk menyerap aspirasi warga DKI Jakarta. Diakuinya, selain warga Jakarta, banyak juga warga selain Jakarta yang mengisi surat petisi ini.

“Ada juga, kebanyakan mereka yang berasal dari Tangerang,” pungkasnya. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.