Rabu, 21 April 21

Bebas Ppn Rumah Masih Kurang “Nendang”, Perlu Diperluas ke Rumah Inden

Bebas Ppn Rumah Masih Kurang “Nendang”, Perlu Diperluas ke Rumah Inden
* DR. H. Serian Wijatno, SE, MM, MH. (Foto: dok. pribadi)

Oleh: DR. H. Serian Wijatno, SE, MM, MH, Pemerhati Ekonomi, Keuangan, dan Pendidikan

 
INSENTIF pajak untuk pembelian rumah belum dirasakan oleh semua masyarakat, dan khususnya para developer. Selama ini banyak pembeli rumah dengan melakukan pembelian ke developer dulu dengan pola inden. Tidak banyak developer yang membangun lebih dulu, baru dijual. Apalagi jangka waktu pemberian insentif ini hanya 6 bulan ke depan sejak Maret 2021 ini. Meski pembebasan Ppn ini dinilai baik, tapi dirasakan relatif kurang “nendang”.

Pemerintah seperti “obral” insentif, termasuk insentif pajak yang sudah dilakukan sejak tahun 2020 dan dilanjutkan hingga tahun 2021 ini. Lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tampak pemerintah telah bekerja keras mendorong perekonomian agar tidak kontraksi lebih dalam.

Harus diakui stimulus ekonomi di tahun 2020 mampu mempertahankan belanja pemerintah, dan ekonomi tahun 2020 hanya terkontraksi 2,19%. Menurut Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, peran stimulus ekonomi dapat menahan ekonomi tidak jatuh lebih dalam. Untuk itu stimulus ekonomi tetap diberikan untuk mendorong daya beli.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.