Senin, 20 September 21

Beban Moral Kongres HMI, Antara Harapan dan Kenyataan

Beban Moral Kongres HMI, Antara Harapan dan Kenyataan

‎Pekanbaru, Obsessionnews – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tengah menyelenggarakan Kongres ke 29 di Pekanbaru Riau. Acara yang dimulai pada Minggu pukul 16.00 WIB (22/11/2015) akan dibuka langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga merupakan alumni HMI.

Pembukaan Kongres HMI juga akan dihadiri oleh sejumlah alumni HMI diantaranya mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung, mantan Ketua Mahkamah Kostitusi Mahfud MD, Menteri Agraria Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi, dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Herry Azhar Azis.

Menurut ketua panitia kongres HMI Fat Haryanto Lisda, kongres kali ini mengambil tema “Strategi Kebudayaan HMI Untuk Indonesia Berkedaulatan” diharapkan mampu mengemban visi HMI yakni terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhai oleh Allah Taa’la.

“Tema kongres diharapkan membawa spirit visi dan misi HMI,” katanya di Pekan Baru, Minggu (21/11).

Namun realita di lapangan Kongres HMI justru diwarnai dengan aksi keributan. Seperti aksi yang dilakukan oleh kader-kader HMI bagian Timur Indonesia Makasar, Maluku, Ambon dan Papua, kongres belum dibuka mereka sudah membuat onar dengan melakukan aksi di jalan protokol Sudirman.

Aksi ini diwarnai dengan membakar ban, memecah kaca halte bus, dan merusak fasilitas umum yang lain pada Sabtu malam (21/11). Kader-kader HMI penggembira ini mengamuk karena tidak mendapat fasilitas dari panitia, berupa penginapan dan konsumsi.

Akibat aksi itu, masyarakat Riau merasa dirugikan sebab dampak aksi tersebut telah membuat kemacetan, sehingga aktifitas masyarakat terganggu. Hal itu sebagaimana diakui Kahar salah satu warga Pekan Baru.

“Jalan Soedirman merupakan akses utama yang menghubungkan ke Bandara Sultan Syarif Kasim II. Kita merasa sangat kecewa, sangat dirugikan,” paparnya mengeluh, Sabtu (21/11)

Pada kesempatan yang berbeda, publik juga banyak yang mengecam penggunaan dana Bansos untuk Kongres HMI sebesar Rp 3 miliar. Sebab, masyarakat Riau masih membutuhkan dana untuk memulihkan perekonomian masyarakat pasca musibah bencana asap.

Menurut salah satu alumni HMI Ciputat, Ray Rangkuti mengatakan aksi kader-kader HMI telah membuat malu organisasi ini. Pasalnya, Kongres memakan dana sebesar Rp 7 miliar, yang diambil dari sumbangan alumni dan bantuan pemerintah. Tercatat ada bantuan Rp 3 miliar yang diambil dari dana Bansos di APBD Riau.

“Seharusnya HMI menggelontorkan dana itu sesuai kebutuhan. Kalau dana APBD hanya untuk kongres saja itu sangat tak elok,” tegasnya.

Pada saat publik menuntut transparansi, sampai saat ini pengurus PB HMI belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang penggunaan dana Bansos untuk Kongres.‎ (Albar).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.