Rabu, 30 September 20

BBM Turun, Sembako dan Tarif Angkot di Bandung Tetap Mahal

BBM Turun, Sembako dan Tarif Angkot di Bandung Tetap Mahal

Bandung – Harga bahan bakar minyak (BBM) sudah turun, namun harga sembako masih naik. Pasca pengumuman harga BBM oleh Presiden Jokowi beberapa hari lalu yang menetapkan premium Rp 6.600 dan solar Rp 6.400 per liter, ternyata belum diikuti penurunan harga di sektor lain.

Karlina (38), seorang ibu rumah tangga di Bandung Timur, Minggu (18/1), mengatakan, meskipun harga BBM sudah turun, sembako malah ada yang naik. Harga beras masih bercokol Rp 9.000 – Rp 11.000/kg, dan harga cabai mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000/kg. Kenaikan harga Rp 2.000/kg terjadi pada cabai merah besar yang sebelumnya dipatok harga Rp 20.000 kini menjadi Rp 22.000.

Selain cabai merah besar, kenaikan terjadi juga pada cabai rawit sebesar Rp 5.000/kg, dari harga sebelumnya Rp 50.000/kg kini menjadi Rp 55.000/kg. Harga ayam potong dari Rp. 30.000/kg kini naik menjadi Rp. 32.000/kg.

Hal senada juga diungkapkan Wahyu, pedagang sayuran di daerah yang sama. “Bagaimana mau menurunkan harga kalau pembelian di pasarnya juga masih mahal,” paparnya kebingungan.

Selain harga sembako, tarif angkutan umum juga masih harga yang dulu. Syifa Maula, siswa kelas 1 SMP di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, menuturkan, tarif angkot masih Rp 5.000 dengan jarak tempuh kurang dari 5 km.

Karlina, Wahyu, dan Syifa berharap dengan adanya penurunan BBM juga berdampak pada turunnya harga sembako dan tarif angkutan. (Dud)

Related posts