Sabtu, 4 Desember 21

Bayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah Meninggal

Bayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah Meninggal
* Almarhumah Allya Siska Nadya.

 

Kisah Malpraktik (2)
Bayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah Meninggal

BERHASRAT sembuh dan sehat, tapi malah berujung maut, itulah yang dialami oleh Allya Siska Nadya, anak Alfian Helmy Hasjim dan Arnisda Helmy yang meninggal pada 7 Agustus 2015 setelah menjalani treatment pengobatan di klinik Chiropractic First The Spine and Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mal (PIM), Jakarta Selatan.

Baca juga:

Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi

Siska meninggal karena adanya dugaan salah treatment yang dilakukan oleh dokter Chiropractic First, Dr Randall Cafferty, seorang warga negara asing (WNA), dalam menangani penyakitnya..

Kuasa hukum Siska. Rosita P Radjah, bercerita, pada 6 Agustus 2015, Siska mengikuti treatment di Chiropractic First PIM. Informasi yang disampaikan oleh keluarga korban, pada saat Siska datang ke Chiropractic First, dia diberikan informasi tentang Chiropractic terlebih dahulu, karena Siska punya keluhan pada tulang belakang (leher).

“Pada saat dia (Siska) setelah mendengar apa yang disampaikan Chiropractic First itu, Siska tertarik. Sehingga dia mengambil paket 40 kali dengan nominal Rp 17 juta, yang langsung dibayarkan hari itu juga,” ujar Rosita kepada Obessionnews.com di kantornya, BM and Partners (BMP), di bilangan Jl Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Desember 2015.

Rosita mengisahkan, sebenarnya badan Siska  sehat seperti biasa. Namun karena Siska ada rencana studi ke luar negeri dalam waktu lama, maka dia menginginkan badannya sehat total. Sayangnya, dia tidak berada di tempat ‘klinik’ yang tepat.

Nah, saat di Chiropractic itu Siska ditangani oleh seorang asing yang mengaku sebagai dokter, yakni Dr Randall Cafferty. Ia mengatakan bahwa treatment itu bisa dilakukan dua kali dalam sehari, dan Siska pun mengiyakan tawaran Randall tersebut.

Pada 6 Agustus pukul 14.00 WIB, treatment pertama mulai dilakukan terhadap diri Siska. Kemudian treatment keduanya hari itu juga pukul 19.00 WIB. Setelah itu Siska pulang sampai rumah pukul 21.00 WIB.

“Pada saat jam setengah sebelas malam, Siska telepon ke orang tuanya, yang pada saat itu Siska ada di kamar atas mengeluh kesakitan. Lalu dibawalah ke UGD RS Pondok Indah (PI). Di situlah ditolong oleh dokter-dokter untuk diberikan tindakan pertama,” kisah Rosita.

Klinik Chiropractic First, tempat Siska berobat
Klinik Chiropractic First, tempat Siska berobat

Saat Dilarikan Ke RS PI
Ketika itu Siska ditanya oleh dokter RS Pondok Indah menyangkut apa keluhannya, mengapa bisa seperti ini? Siska lantas menjelaskan bahwa setelah dirinya ke klinik Chiropractic First malah mengeluh sangat kesakitan di leher. Sehingga saran Dokter RS PI harus dilakukan Electronic Medical Records (EMR) supaya ketahuan apa yang terjadi dibelakang lehernya ini.

“Ternyata nggak bisa dilakukan, karena Siska sudah koleps, kondisinya sudah tidak memungkinkan, sudah ngedrop, beliau sudah kesakitan. Akhirnya sama dokter diberikan tindakan yang bisa mengurangi rasa sakitnya itu,” tutur Rosita.

Pada saat keesokan harinya, kata Rosita, tanggal 7 Agustus sekitar pukul 6 pagi Siska sudah tidak bisa tertolong lagi. Kalau dari rekam medisnya ada pembuluh darah yang membengkak di lehernya. “Jadi itu tidak bisa dilihat. Karena waktu itu, kondisi Siska yang tidak memungkinkan untuk dilakukan EMR,” katanya.

Satu minggu setelah itu, lanjut Rosita, baru keluarga terpikir untuk melaporkan Chiropractic First ini ke polisi. “Dilaporkannya ke polisi tanggal 12 agustus. Setelah seminggu setelah pelaporan datang ke sini (BMP), diceritakanlah proses seperti ini,” ujarnya.

Klinik Chiropractic First, tempat Siska berobat
Klinik Chiropractic First, tempat Siska berobat.

Setelah Proses Pelaporan Ke Polisi
Karena sudah memberikan kuasa kemudian oleh BMP ditindaklanjuti. “Kami datang ke penyidik polisi, tanya ke penyidik sudah sampai di mana proses hukum ini,” terangnya.

Keterangan dari penyidik polisi akan panggil semuanya. “Yaitu dari saksi-saksi, ada dokter dari RS PI, itu sudah diperiksa, sudah memberikan keterangan,” kata Rosita.

Dari informasi penyidik, seperti yang mereka lakukan, tindakan apa yang dilakukan, apa yang diberikan, hanya sebatas itu. Dari Siska koma sampai pagi saat mereka melihat kondisinya. “Itu yang diterangkan oleh penyidik,” jelasnya.

Selanjutnya, masih kata Rosita,”Yang kami dapatkan dari penyidik, selain keterangan dokter-dokter ini.”

Rosita mempertanyakan, apakah Chiropractic First ada izinnya di Indonesia? Itu model pengobtan seperti apa di Indonesia. “Karena yang kami tahu Chiropractic First ini bukan di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tetapi kalau di Dinas Kesehatan DKI Jakarta masuk ke non medik,” dia menerangkan.

Dengan berbekal itu, kata Rosita, penyidik coba panggil Dinas Kesehatan. Dijelaskan oleh Dinas kesehatan kepada penyidik itu, kalau Chiropractic ini apa? Apakah Chiropractic First ini mempunyai izin di Jakarta.

Tidak hanya itu, kata dia, penyidik sarankan untuk dicrossceck ke IDI, apakah ada perizinan Chiropractic First ini.

Klinik Chiropractic First, tempat Siska berobat
Klinik Chiropractic First, tempat Siska berobat

Kenapa IDI juga dipanggil oleh penyidik, menurut Rosita, karena penyidik butuh keterangan apakah Randall ini dokter yang resmi atau ilegal. “Karena dokter asing kan kalau masuk ke Indonesia tidak mudah,” dia menjelaskan.

Rosita mengungkapkan, dia memperoleh info dari penyidik, itu semua sudah dipanggil, termasuk dokter Randall. Namun, Randall tidak dapat memenuhi panggilan tersebut. Panggilan itu minggu lalu dan lawyernya datang, dia tidak bisa datang alasannya berhalangan.

“Ini sudah kita push (adakan penekanan, Red.) bahwa penyidik sudah melakukan yang maksimal, seperti apa yang telah mereka lakukan. Mereka sudah memanggil dokter RS Pondok Indah, mereka sudah memanggil Dinas Kesehatan,” tambahnya.

Menurut Rosita, penyidik polisi sudah memberikan surat panggilan kepada Dr. Randall dan pihaknya (BMP) mengaku akan diberitahu oleh penyidik polisi atas kasus tersebut pada panggilan Dr. Randall yang kedua.

“Kita dapat informasi, panggilan yang kedua akan dilakukan,” pungkasnya. (Bersambung)

(Tim Obsessionnews)

Chiropractic First -8

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.