Kamis, 9 Februari 23

Bawaslu Tagih Perkataan Mendagri

Bawaslu Tagih Perkataan Mendagri
* Nasrullah

Jakarta, Obsessionnews – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menagih komitmen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) soal dukungan pemerintah pada penyelenggara pemilu dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015. Pasalnya, Bawaslu menemukan, kantor Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak layak pakai dan belum difasilitasi oleh pemerintah.

“Depok itu kecamatan terkaya di DIY, tetapi cara dia memfasilitasi panwascam sangat tidak manusiawi. Bayangkan, panwascam hanya diberi ruangan berukuran 2×3 meter persegi. Itu pun bekas ruangan layanan informasi, di pojokan kantor kecamatan,” ujar Pimpinan Bawaslu Nasrullah saat dihubungi, Jakarta, Senin (22/6/2015).

Dia menilai, keterbatasan itu merupakan bukti kebobrokan dukungan fasilitasi pemerintah yang memang sudah diamanatkan undang-undang. Ia menyayangkan, fakta tersebut bertolak belakangan dengan komitmen yang pernah disampaikan (Mendagri) Tjahjo Kumolo sebelumnya.

Tjahjo pernah menyatakan, pemerintah siap mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu dalam menyelenggarakan pilkada serentak 2015. Fasilitasi itu bukan hanya berupa anggaran bagi penyelenggaraan dan pengawasan pelaksanaan pilkada, namun juga fasilitasi sumber daya manusia dan kantor bagi penyelenggara pemilu.

“Mana bukti dukungan itu? Sebagai pembina tertinggi pemerintah daerah, Mendagri harusnya bisa mengarahkan atau mengimbau jajarannya agar memberi fasilitasi penyelenggara pemilu dengan baik,” kata Nasrullah.

Dia menuturkan, minimnya fasilitasi pemerintah bagi jajaran pengawas pemilu sangat mungkin terjadi di daerah lain. “Kasus ini saja bisa terjadi di kecamatan yang terkaya di provinsi, bagaimana di daerah yang tidak tergolong kaya? Mungkin saja lebih bobrok lagi,” tuturnya. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.