Selasa, 23 April 19

Bawaslu Didesak Polisikan Kasus Tercoblosnya Surat Suara di Malaysia

Bawaslu Didesak Polisikan Kasus Tercoblosnya Surat Suara di Malaysia
* APTSI dan Laskar TPS gelar konfrensi pres terkait tercoblosnya surat suara di Malaysia.

Jakarta, Obsessionnews.com – Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) dan Laskar TPS mendesak Bawaslu untuk segera mengusut tuntas kasus tercoblos surat suara di Malaysia. Sebab, kecurangan itu berpotensi membuat buruk demokrasi pemilu Indonesia di mata dunia, sekaligus akan merugikan salah satu capres.

Sekjen APTSI Macruf Elrik mengatakan, kecurangan semacam ini telah menambah buruk demokrasi di Indonesia. Pasalnya, berdasarkan hasil temuan Laskar TPS dan APTSI dugaan kecurangan Pemilu 2019 tidak hanya terjadi kali ini, namun mereka juga menemukan 17 juta DPT bermasalah.

“Kecurangan ini jelas tidak mencerminkan akal sehat dan karakter orang Indonesia yang jujur dan adil,” ujar Macruf di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Kecurangan ini menjadi tantangan besar bagi masyarakat Indonesia dan juga para penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu untuk benar-benar bisa berbuat adil. Sebab pemilu yang berkualitas tidak akan mungkin tercapai jika masyarakat dan penyelenggara serta para elit tidak punya integritas.

“Persoalan ini harus bisa diselesaikan secara hukum, tidak hanya berhenti pada pembentukan opini, yang justru bisa membolakbalikan fakta. Kita yakin ini ada aktor intelektualnya yang mengarahkan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, KBRI di Malaysia juga diminta bersikap netral. Karena KBRI merupakan bagian dari Kementerian Luar Negeri. Dalam kasus ini ada dugaan kuat KBRI di Malaysia ikut bermain. Pasalnya surat yang tercoblos adalah Caleg dari Partai NasDem David Kirana yang merupakan putra dari Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana.

“Kita ajak masyarakat agar terus mengawasi proses Pemiliu 2019. Mari kita gunakan kamera handpone, internet untuk melawan hoax dan berbagai kecurangan, baik sebelum, saat dan setelah pencoblosan, hingga perhitungan di KPU,” jelasnya.

Macruf mengimbau kepada seluruh warga negara Indonesia, baik yang di dalam maupun luar negeri agar memilih sesuai akal sehat, berani melawan politik uang, serta ancaman dalam berbagai bentuk yang bisa merugikan keutuhan bangsa Indonesia.

“Semua pihak, terutama tim sukses serta para relawan maupun pendukung Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi agar menyadari bahwa kehendak rakyat pastilah mengalahkan setiap kecurangan,” tandasnya.

Relawan Laskar TPS sudah terbentuk di seluruh Indonesia. Relawan ini dibentuk untuk mencegah terjadinya kecurangan Pemilu. Menurut Macruf, pemilu yang berlangsung secara serentak ini baru pertama kali terjadi di Indonesia. Karena itu, potensi kecurangan juga besar. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.