Senin, 27 September 21

Bawaslu dan Gubernur Jateng Turut Kecam Fadli Zon

Bawaslu dan Gubernur Jateng Turut Kecam Fadli Zon
* Fadli Zon

Semarang, Obsessionnews – Kecaman demi kecaman terus bergulir atas laporan pencemaran nama baik Fadli Zon kepada Ronny Maryanto, pelapor dugaan money politic saat pemilihan calon presiden lalu. Jika KP2KKN dan sejumlah lembaga telah mengecam tindakan Wakil Ketua DPR RI. Kini, giliran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Gubernur Jawa Tengah turut mendukung langkah Ronny melawan kesewenang-wenangan politisi Gerindra itu.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo menyesalkan perlakuan Fadli Zon yang arogan dengan melaporkan Ronny atas dasar pencemaran nama baik. Pasalnya, Ronny sebagai warga sipil memiliki hak untuk menyuarakan pelanggaran yang terjadi dalam proses pemilu.

“Saya rasa Fadli terlalu sewenang-wenang terhadap Ronny. Ini menjadi potret  yang menunjukkan arogansi kekuasaan di tubuh partai,” tegasnya saat dihubungi obsessionnews.com, Kamis (5/11/2015).

Menurutnya, apa yang dilakukan Ronny sesuai dengan Peraturan Pemilihan Umum yakni Undang-undang Nomor 10 tahun 2008 dan Peraturan Bawaslu Nomor 11 tahun 2014 tentang Pengawasan Pemilu. Sehingga kewajiban Ronny melaporkan dugaan ‘bagi-bagi uang’ Fadli Zon di Pasar Bulu, Kota Semarang beberapa waktu lalupada dasarnya tidak dapat diganggu.

“Fadli terkesan hanya meluapkan emosi saja. Ngawur kalau sampai melaporkan Ronny. Itu kan emang kewajiban dia. Hak dia (Fadli) apa melarang laporan dugaan politik uang? Kalau memang dia tidak bagi-bagi duit, tidak perlusampai ada laporan pencemaran nama baik,” heran pria berpeci ini.

Tindakan Fadlitersebut menjadi preseden buruk bagi keberlangsungan sistem pemilu, terlebih Pilkada. Sebab, masyarakat akan semakin ketakutan melapor pelanggaran pemilu yang ditemui, jika laporan Fadli sampai di tingkat pengadilan.

“Tentu saja warga bisa semakin sungkan (melapor). Keterlibatan warga terhadap pengawasan Pilkada akan surut tajam. Seharusnya dia (Fadli) melihat dampak laporan yang ia buat dapat sejauh ini,” ujarnya.

Partisipasi publik sangatlah penting, karena pengawasan Pemilu tidak hanya tugas Bawaslu, namun masyarakat. Masyarakat sebagai unsur Pilkada yang langsung berinteraksi terhadap penyelenggaraan juga berkewajiban mengawasi pemilihan apabila ditilik dari asas Pemilu.

Sementara Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menilai, meski Ronny menjadi tersangka pencemaran nama baik, ia juga menjadi contoh partisipasi rakyat dalam mengawal pemilu yang bersih. “Ronny, jangan menyerah. Anda harus lawan. Kalau perlu, gunakan semua alat bukti ketika dulu melaporkan Fadli ke Panwas,” ujar dia, Rabu (4/11/2015) kemarin.

Nama baik Ronny, lanjut Ganjar, juga dicemarkan dengan perbuatan Fadli tersebut. Ronny selaku warga Indonesia juga memiliki hak-hak hukum. Sehingga ia menyarankan agar melaporkan balik Fadli Zon atas laporan pencemaran nama baiknya. Ganjar yakin, dengan laporan balik, maka bisa jadi keanggotan Fadli di jajaran tertinggi legislatif terancam dicopot.

“Laporkan balik saja, nanti efeknya bisa lebih ngeri. Bahkan, kalau nanti jadi tersangka, jabatan Fadli sebagai pimpinan Dewan bisa saja dicopot,” tutur politikus PDI-P ini.

Apabila laporan Ronny tidak ditindaklanjuti, maka timbul pertanyaan sebab alasan pelaporan sama. Hal itu menjadi indikasi sejauh mana yurisprudensi hukum benar. “Ronny sudah benar sebagai masyarakat dan pemantau melaporkan pelanggaran, kok malah jadi tersangka,” tandas dia.

Terbaru, diketahui pada Rabu (4/11/2015) kemarin, berkas Ronny telah dilimpahkan pihak Kejaksaan Negeri Semarang ke Pengadilan Negeri Semarang. Kemungkinan besar, persidangan Ronny akan segera dimulai mengingat kondisi kasus Ronny mulai menghangat.

Seperti diketahui, Ronny Maryanto menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Ronny dituntut karena berusaha mencemarkan nama baik politikus Gerindra itu. Padahal, saat itu Ronny berposisi sebagai pelapor dugaan politik uang yang Fadli lakukan saat kampanye Prabowo-Hatta di Pasar Bulu, Semarang 2014 lalu. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.