Selasa, 18 Juni 19

Bawang Merah Dapat Menekan Penyakit Jantung

Bawang Merah Dapat Menekan Penyakit Jantung

Bawang merah ternyata dapat menekan penyakit jantung. Penelitian ini telah dilakukan oleh Ketua Jurusan/Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto Jawa Tengah, Dr Ir Noor Farid MSi bersama tim nya beberapa waktu lalu, yang kini ia telah dilantik menjadi Wakil Rektor Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang.

Hasil penelitian persilangan setengah dialel dengan 7 tetua diperoleh genotip bawang merah dengan kandungan Sulfur, fenol, antosianin tinggi. Manfaat kandungan S yang tinggi dapat digunakan untuk mencegah penyakit jantung. Unsur tersebut tergolong sulfurorganoprotein.

Penelitian ini bertujuan tahun untuk: (1) Mendapatkan genotip bawang merah hasil tinggi dan kandungan S tinggi, (2) mendapatkan genotipe bawang merah yang dapat menekan penyakit jantung (tekanan darah tinggi).

Percobaan efektivitas bawang merah yang dapat menekan penyakit jantung digunakan dulu pada tikus putih yang dibuat hipertensi. Percobaan menggunakan tikus putih yang telah berumur 30 hari dengan berat 95-188 g. Penyakit hipertensi dipacu dengan pemberian 0 mg NaCl/200g berat badan (kontrol normal).

Selanjutnya, 30 tikus putih sebagai kontrol diberi 2 mg NaCl/200 g berat badan (10 sebagai kontrol tekanan darah tinggi; dan 10 tikus putih diberi 80 mg bawang genotipe A (G0781)/200 g berat badan, 10 tikus putih diberi 80 mg bawang genotipe A (G0579)/200 g berat badan).

Perlakuan bawang merah diberikan sebanyak: 0 (kontrol); 80 mg/200 g berat badan/hr dan genotipe bawang merah ada 2 (G0781, G0579). Makanan tikus putih menurut standar Lab (karbohidrat 420, protein 240, lemak 60, serat 70, vitamin dan mineral) dalam g/kg. Setiap hari diamati bobot berat badan tikus, tekanan darah dan setelah 2 minggu setelah investasi diamati SOD dan MDA serum.

Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh rohaniawan.

Hasil penelitian adalah : (1) Genotipe bawang merah G0579 mampu menekan tekanan darah tinggi (-16.05 mmHg) dibandingkan G0781 (-9,06 mmHg), (2) Genotipe bawang merah G0579 lebih besar dalam menekan stress oksidatif dari pada genotipe G0871, (3) Karakter tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah umbi dari tidak dipengaruhi oleh penambahan unsur S, (4) Ada perbedaan tanggap genotipe bawang merah pada pemberian unsur sulfur pada karakter panjang daun serta bobot umbi.

Kemudian, (5) Genotipe bawang merah yang menghasilkan umbi tertinggi pada pemberian unsur sulfur 30 ppm adalah G5 dan G12, tetapi pada penambahan unsur sulfur 90 ppm genotipe yang hasil umbi tertinggi yaitu G10 dan G9, (6) Penambahan unsur sulfur pada nutrisi dapat meningkatakan hasil pada genotipe bawang merah G7, G8, G9 dan G10, (7) Penambahan unsur sulfur pada nutrisi dapat meningkatkan kandungan sulfur umbi pada genotipe bawang merah Bima Juna dan G5.

Dalam disertasi Noor Farid ini, perakitan klon bawang merah hasil tinggi dan tahan penyakit bercak ungu. Kegiatan penelitian menyilangkan/mengawinkan 7 varietas bawang merah (Tiron, Bima, Kuning, Sibolangit, Timor, Philipine, Maja) selanjutnya diuji ketahanannya terhadap penyakit bercak ungu dan daya hasil. Diperoleh 2 genotipe bawang merah tahan penyakit bercak ungu dan 5 genotipe hasil tinggi dibanding kontrol.

Perakitan bawang Merah dengan kandungan sulfur tinggi untuk mencegah penyakit jantung ini sudah dilakukan Noor Farid bersama timnya, Agus Sarjito, Hidayah Dwiyanti pada 2013-2015. Meski manfaat bawang putih sangat baik, namun produksi bawang merah belum mencukupi kebutuhan Indonesia dan produktivitasnya tergolong rendah.

Didampingi istrinya, Dr Eni Sumarni STP Msi yang jadi Dosen Fakultas Pertanian Unsoed, Dr Ir Noor Farid MSi dilantik menjadi Wakil Rektor Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang, Jumat (1/3/2019), oleh Rektor Prof Dr Ir Mukh Arifin MSc. Noor Farid dilantik bersama dua wakil rektor lainnya, yaitu Dr Jaka Isgiyarta MSi CA Akt dari Universitas Diponegoro dan Prof Dr Sugiyarto MSi dari Universitas Sebelas Maret. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.