Jumat, 24 September 21

Bawa Ganja, Polisi Ciduk Penyanyi Pro Ahok

Bawa Ganja, Polisi Ciduk Penyanyi Pro Ahok
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat memakaikan kemeja ke Penyanyi rap Iwa K di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016). (Foto: kompas.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Nasib sial menimpa penyanyi rap terkenal Iwa K. Rapper ini diciduk polisi karena kedapatan membawa ganja di Bandara Soekarno-Hatta.

“Iya betul Iwa K,” kata Kabag Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta Ipda Prayogo saat dikonfirmasi, Sabtu (29/4/2017). (Sumber 1)

Prayogo menjelaskan, Iwa ditangkap karena membawa ganja saat berada di terminal 1 bandara. Petugas aviation security langsung melaporkan dirinya ke pos polisi.

“Dari pospol diserahkan ke Satnarkoba Polres,” ujar Prayogo.

Iwa dikenal sebagai Ahoker atau pro Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI 2017. Dukungannya kepada Ahok disebutnya untuk masa depan anak.

“Gue enggak dibayar. Alasannya gue udah punya anak, gue ingin anak gue dan generasi berikutnya layak tinggal di Jakarta,” kata dia ditemui dalam #KonserGue2 di Ex Driving Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (4/2/2017). (Sumber 2)

Seperti diketahui Ahok secara resmi diusung oleh PDI-P, Golkar, Nasdem, dan Hanura sebagai calon gubernur pada Pilkada DKI 2017. Ahok berduet dengan kader PDI-P yang juga Wakil Gubernur petahana DKI Djarot Saiful Hidayat.

Ahok-Djarot bersaing dengan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Agus-Sylvi diusung Partai Demokrat, PPP, PAN, dan PKB. Sedangkan Anies-Sandi diusung Gerindra dan PKS.

Agus-Sylvi mendapat nomor urut 1, Ahok-Djarot memperoleh nomor urut dua, dan Anies-Sandi mendapat nomor urut 3.

Pemungutan suara dilakukan pada 15 Februari 2017. Kubu Ahok-Djarot menargetkan menang satu putaran. Tetapi, kenyataan tak semanis harapan.

KPU DKI  Senin (27/2) mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara, yakni Agus-Sylvi memperoleh  937.955 suara atau 17,05%, Ahok-Djarot (nomor urut 2) mendapat 2.364.577 (42,99%} dan Anies-Sandi (nomor urut 3) memperoleh  2.197.333 ( 39,95%).

Ketiga paslon tidak ada yang memperoleh suara lebih dari 50 persen sebagai persyaratan untuk ditetapkan sebagai gubernur dan wagub sebagaimana ditetapkan dalam UU 29/2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Untuk itu pada rapat pleno Sabtu (4/3) KPU DKI memutuskan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi maju di putaran kedua pada Rabu (19/4).

Di pemilihan putaran kedua, di luar dugaan Ahok-Djarot tumbang. Quick count atau hitung cepat yang dilakukan hampir semua lembaga survei memenangkan Anies-Sandi.

Sementara itu hasil final real count KPU DKI Jakarta menunjukkan Anies-Sandi memperoleh 57,95 persen suara atau 3.239.668 suara, dan Ahok-Djarot meraih 42,05 persen atau 2.350.887 suara.  (arh)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.