Rabu, 12 Agustus 20

Batasan Berbohong

Batasan Berbohong
* Ilustrasi orang berbohong. (Sumber foto: dewiku.com)

Pada dasarnya berbohong atau berkata dusta atau berperilaku tidak jujur dilarang dalam Islam. Alquran dan al hadits secara tegas mencela mereka yang suka berbohong. Al-Qur’an menganggap berbohong adalah perilaku orang yang tidak beriman.

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong.” (QS. An-Nahl : 105)

Rasulullah menegaskan haramnya berdusta dan menjadi salah satu tanda orang munafik, Tanda orang munafik ada tiga: berkata bohong, ingkar janji, mengkhianati amanah.” (HR. Bukhari & Muslim).

Ada saat dan kondisi tertentu di mana berbohong itu dibolehkan. Yaitu, di saat terpaksa dan dalam situasi darurat.

“Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar.” (QS. An Nahl : 106)

Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin jilid IV/284 mengutip sebuah hadis Nabi yang membolehkan seseorang berdusta dalam 3 (tiga) perkara:

“Rasulullah tidak mentolerir suatu kebohongan kecuali dalam tiga perkaran: 1. Untuk kebaikan, 2. Dalam keadaan perang; 3. Suami membohongi istri dan istri membohongi suami (demi menyenangkan pasangannya).”

Dalam hadis lain yang serupa dikatakan,
“Setiap kebohongan itu terlarang bagi anak cucu Adam kecuali 1. Dalam peperangan. Karena peperangan adalah tipu daya, 2. Menjadi juru damai di antara dua orang yang sedang bertikai; 3. Suami berbohong untuk menyenangkan istri.”

Apakah Anda pernah berbohong dengan cara tersebut?

(Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin jilid IV/284)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.