Minggu, 5 Juli 20

Batalkan Perda DKI Tentang Larangan Motor!

Batalkan Perda DKI Tentang Larangan Motor!

Jakarta – Sekrterais Jenderal (Sekjen) Pusat Aspirasi Kaum Buruh Indonesia (PASKABI) Sutjipto Rahardjo menyerukan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk segera membatalkan Peraturan Daerah (Perda) DKI tentang Larangan Motor yang melintas Jl. Thamrin dan Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

“Kebijakan Ahok yang mengatasnamakan keselamatan dan angka kemacetan adalah suatu kebohongan yang wajib kita tentang bersama. Kebohongan ini bisa kita lihat dari angka kecelakaan di wilayah  Jakarta yang dimana Jakarta Pusat adalah angka paling kecil dari 5 wilayah  yang ada di Jakarta,” ungkap Sutjipto Rahardjo melalui pesan BBM-nya kepada Obsession News, Senin (22/12/2014).

Sutjipto menilai, alasan Larangan Motor tersebut untuk mengurangi kemacetan adalah suatu muslihat bahasa kaum intelektual yang digunakannya karena faktanya kemacetan tidak berkurang tetapi hanya dipindahkan ke tempat jalan alternatif yang melingkari jalan Thamrin – jalan Medan Merdeka Barat.

“Mengapa kebijakan ini harus kita tolak, karena kebijakan ini tidak berpihak pada publik tetapi menguntungkan pengusaha jasa perparkiran,” tegas Sekjen PASKABI.

Hal ini, jelas Sutjipto, bisa dihitung dari besaran perparkiran yang dibebankan ke publik pengguna perparkiran (korban kebijakan Ahok), yakni:

# 1 jam  = Rp2000.
# Lama Parkir = (Jam kerja  ± 8 jam +  1 jam kedatangan + 1 jam pulang = 10 jam )
# Jumlah area parkir ± 5000 (kata Ahok)

Bila kita hitung = Rp2000 x 10 jam x 5000 = Rp100.000.000.
“Ini angka berdasar pada jumlah area parkir yang disebutkan oleh Ahok,” paparnya.

Menurut Sutjipto, pertanyaannya adalah apakah hanya 5000 pemilik motor yang bekerja sepanjang Jl. Thamrin – Jl. Medan Merdeka Barat? Sudah dapat dipastikan lebih dari 5000 sepeda motor. (± 100.000 motor).

“Dapat kita asumsikan bila ± 50.000 motor saja, pengelola parkir memperoleh pemasukan 1 milyar rupiah per hari, belum termasuk yang parkir 1 atau 2 jam per hari,” bebernya. (Pur)

 

Related posts