Selasa, 18 Januari 22

Basarnas Deteksi Badan Pesawat JT610

Basarnas Deteksi Badan Pesawat JT610
* Pesawat Lion Air.

Jakarta, Obsessionnews.comBadan SAR Nasional (Basarnas) mengungkapkan, tim SAR gabungan telah mendeteksi obyek yang diduga badan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjungpakis, Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018).

“Sekarang lagi dicek tim penyelam. Ini yang kami sampaikan,” ujar Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Didi Hamzah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (31/10).

Penemuan obyek yang diduga badan pesawat Lion Air JT-610 berasal dari laporan masyarakat sekitar. Setelah itu, laporan ditindaklanjuti dengan penyisiran bawah laut oleh kapal yang memiliki sonar bawah laut. “Hasilnya nanti tunggu perkembangan. Yang diperkirakan kan bagian besar dari target yang kita cari body pesawat,” kata dia.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Basarnas Muhammad Syaugi sedang menuju lokasi titik penemuan objek yang diduga badan pesawat Lion Air JT 610. Tinjauan itu dilakukan untuk memastikan obyek besar tersebut adalah badan pesawat Lion Air JT 610 atau bukan. “Nanti akan kami pastikan dari hasil operasi pada pukul 19.00 WIB,” kata Didi.

Sementara itu, radius pencarian korban dan badan pesawat akan diperluas menjadi 15 mil laut. Sebab, seorang nelayan di perairan Tanjung Karawang mengaku melihat pesawat Lion Air JT 610 terbang di atasnya sebelum terjadi kecelakaan.

Berikut ini fakta baru kecelakaan pesawat di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

  1. Badan pesawat masih belum terlacak

Menurut Deputi Operasional Basarnas Nugroho Budi Wiryanto, Basarnas tak mau berspekulasi terkait kondisi pesawat sehingga sulit ditemukan oleh tim SAR gabungan. “Kami tidak mau berandai-andai dulu (pesawat pecah berkeping-keping),” ujar Nugroho, dalam konferensi pers di Kantor Basarnas, Jakarta, Selasa.

Menurut Nugroho, yang terpenting saat ini adalah tim pencarian terus bekerja mencari badan pesawat Lion Air JT 610. “Saat ini yang penting kami mencari dulu. Tugas pokok kami (Basarnas) yakni mencari dan mengevakuasi. Oleh sebab itu, kami akan memastikan dengan alat yang kami punya,” kata dia.

  1. Radius pencarian diperluas menjadi 15 mil laut

Tim SAR akan menambah luas wilayah pencarian korban dan badan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018). Mulai hari ini atau pencarian hari ke-3, tim SAR akan menambah jangkauan seluas 15 mil laut dari lokasi awal. “Besok kami akan melebarkan radius kami menjadi 15 nautical mile (mil laut),” ujar Deputi Operasional Basarnas Nugroho  dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/10).

Pada hari pertama, pencarian difokuskan pada radius 5 mil laut dari titik awal yang diduga lokasi jatuhnya pesawat. Kemudian, pada hari kedua, Selasa, pencarian diperluas menjadi 10 mil laut. Menurut Nugroho, diharapkan perluasan lokasi pencarian dapat memaksimalkan upaya evakuasi korban dan badan pesawat. Salah satunya untuk menemukan kotak hitam pesawat.

  1. Wahyu Susilo tinggalkan istri yang tengah hamil tujuh minggu

Salah satu korban pesawat naas tersebut adalah Wahyu Susilo (31), warga Dukuh Geneng RT 017, RW 008, Kelurahan Palar, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Wahyu meninggalkan seorang istri yang tengah hamil tujuh minggu dan satu orang anak perempuan usia tiga tahun.

Sebelum kejadian, Wahyu sempat mengabarkan kepada istrinya, Isti Khasanah (30), bahwa dirinya sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng. “Kontak terakhir itu ya pas di bandara mau berangkat (terbang). Setelah itu sudah enggak (kontak) lagi,” kata Wirawan, kakak ipar korban.

  1. Kisah nelayan melihat pesawat Lion JT 610 sebelum jatuh

Saat tengah mencari ikan di sekitar perairan Tanjung Karawang, Samin tiba-tiba melihat ada pesawat dengan posisi miring melewati perahunya. “Saya sering lihat pesawat lewat sini. Tetapi, yang ini posisi pesawatnya miring sampai sayapnya ke bawah,” ungkap Samin saat ditemui di rumahnya, Selasa (30/10).

Samin tak sempat menyaksikan pesawat itu terjun ke laut. Pasalnya, saat itu posisinya membelakangi lokasi terjunnya pesawat naas itu. Dia hanya mendengar suara keras seperti masuk ke laut kemudian meledak

Tak hanya itu, sebelum terjatuh pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta – Pangkal Pinang, Bangka Belitung ini sempat naik dan turun. Pesawat yang baru beroperasi 15 Agustus 2018 itu mengangkut total 189 penumpang. Sejak lepas landas pukul 06.20 WIB, selama 13 menit pesawat Lion Air JT 610 mengalami hal yang menegangkan.

Ada tiga kali momen di mana Boeing 737 Max 8 dengan tipe B38M itu naik dan turun. Dalam posisi itu, pesawat Lion Air JT 610 hilang kontak.

grafik JT610

Seperti diketahui, Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10). Pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten. Sedianya, pesawat itu mendarat di Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB.

Pesawat yang baru beroperasi pada 15 Agustus 2018 itu diketahui membawa 189 orang, yang terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 orang anak, 2 bayi, dan 8 awak pesawat. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.