Senin, 18 Januari 21

Basarah Anggap Laporan Terhadap Dirinya Sebagai Peristiwa Biasa

Basarah Anggap Laporan Terhadap Dirinya Sebagai Peristiwa Biasa
* Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah (kanan). (Foto: dok timses).

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengaku menghormati proses hukum yang ditempuh sejumlah pihak yang melaporkannya ke Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya. Sebagai warga negara, dirinya siap menghadapi proses hukum yang berlaku.

Wakil Ketua MPR itu menganggap peristiwa dilaporkannya dirinya merupakan peristiwa hukum biasa, sehingga tak perlu ditanggapi berlebihan. 

Basarah resmi dilaporkan ke Mabes Polri oleh sejumlah pihak terkait ucapannya yang menyebut Soeharto guru korupsi. Basarah mengatakan, apa yang disampaikannya tersebut dalam kapasitasnya sebagai Juru Bicara TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Wasekjen PDI Perjuangan dalam menanggapi pernyataan Capres Prabowo Subianto yang menyebut korupsi di Indonesia sudah stadium 4.

“Dalam kesempatan yang lain, koalisi parpol pendukung paslon Capres 02 juga mengkampanyekan keinginannya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kekuasaan di era Orde Baru dengan slogan kampanye “Masih enak jaman ku (Orde Baru) tho,” ujar Basarah melalui siaran pers, Selasa (4/12/2018).

Basarah menganggap apa yang disampaikan tidak terlepas dari tanggung jawabnya untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Caranya dengan  menyampaikan informasi yang benar dan seimbang terhadap berbagai upaya yang ingin menghidupkan kembali nilai-nilai kekuasaan pada masa zaman Orde Baru sebagai orde yang telah dikoreksi bersama sesuai kesepakatan agenda reformasi nasional bangsa Indonesia tahun 1998 yang lalu. 

Menurutnya, hal-hal positif yang pernah dilakukan pada masa pemeritahan Presiden Soeharto tetap dilanjutkan. Tetapi, hal-hal buruk dan menyakitkan bagi rakyat dan bangsa Indonesia, utamanya terhadap praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) mantan Presiden Soeharto, serta dampak sistemik yang ditimbulkannya hingga penyakit korupsi di Indonesia sudah mencapai “stadium 4” pada saat ini harus ditinggalkan dan buang jauh-jauh.

Ia berpendapat, sebagai sebuah bangsa, kita tidak boleh lagi mundur ke belakang. Mari kita siapkan masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik lagi dengan prinsip kejujuran dan gotong-royong. Semua jasa-jasa baik para pemimpin bangsa kita terdahulu kita hormati dan lestarikan. 

“Namun, kesalahan-kesalahan dan kekeliruannya jangan dibenar-benarkan, apalagi akan dilanjutkan, agar kita dapat memetik hikmahnya dan generasi-generasi muda bangsa kita berikutnya dapat hidup lebih lebih baik lagi dan bermartabat,” tandasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.