Sabtu, 19 Oktober 19

Bareskrim Tangkap Nabi Gafatar dan Dua Pengikutnya

Bareskrim Tangkap Nabi Gafatar dan Dua Pengikutnya
* Sejumlah pimpinan Gafatar saat melakukan deklarasi oragnisasi terlarang itu.

Jakarta, Obsessionnews – Badan Reserse Kriminal Polri menangkap pimpinan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Rabu (25/5/2016) malam. Mereka adalah Ahmad Musaddeq, Mahful Muis Tumanurung, dan Andri Cahya.

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agus Andrianto, ketiganya ditangkap atas tuduhan penistaan agama. Dari ketiganya, Bareskrim juga menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen dan kitab-kitab.

“Kelompok ini melakukan penistaan agama. Mereka ini kan menyatukan Al-Quran, Injil dan Taurat,” kata Agus, Kamis (26/5/2016). (Baca: Pimpinan Gafatar Akan Diperiksa Soal Dugaan Penistaan Agama)

Tak cuma soal penistaan agama, ketiganya diduga juga mendirikan negara. Menurut Agus, ketiganya memiliki peran strategis di tubuh Gafatar.

Musaddeq berperan sebagai nabi yang bertugas membaiat orang serta menuntun mereka membacakan syahadat sesuai ajaran Gafatar. Sementara Andri sebagai Presiden Gafatar dan Mahful Muis berperan sebagai wakilnya. (Baca: Eks Gafatar: Shalat dan Puasa Tidak Wajib, Sukarno Nabi)

Berkas penahanan ketiganya ditandatangani pada pukul 20.00 WIB, Rabu (25/5/2016). Laporan diterima sejak Januari 2016 lalu dan masuk tahap penyidikan pada Februari 2016.

Untuk mengusut kasus ini, Polri mengumpulkan informasi mulai dari perekrutan hingga pengikut Gafatar dibawa ke Kalimantan. Dan sebanyak 52 saksi dari enam provinsi diperiksa, yaitu dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Barat.

“Kami kumpulkan buktinya. Ternyata dia bukan mengajarkan agama yang tidak sesuai. Mengabungkan Al-Quran, Injil, dan Yahudi. Bahkan diperoleh informasi dia bukan melakukan penistaan tapi juga merencanakan makar,” katanya. (Fath

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.