Rabu, 22 September 21

Bareskrim Akan Periksa Sri Mulyani dan Purnomo

Bareskrim Akan Periksa Sri Mulyani dan Purnomo
* Sri Mulyani dan Purnomo Yusgiantoro

Jakarta, Obsessionnews – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi, terkait kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) penjualan kondensat yang melibatkan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI) dan Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Penyidik Bareskrim Polri pun menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Namun, pemanggilan terhadap kedua nama tersebut bergantung pada paparan gelar perkara Polri di Pusat Penelusuran Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang diagendakan pada pekan depan.

Direktur Tindak Pidana Khusus Bareskrim Brigjen Victor Edi Simanjuntak mengungkapkan, dalam paparan gelar perkara di PPATK tersebut akan terkuak mengenai aliran dana mencurigakan pada proyek ini, termasuk mengenai kemungkinan adanya pendanaan ke partai politik.

“Senin kami akan paparkan di PPATK. Tergantung penelitian dokumen akan terbuka nanti mengarahnya kemana. Nanti akan terungkap saat paparan,” ujar Victor di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2015).

Victor menjelaskan, saat ini pihaknya baru menetapkan tiga orang tersangka yakni Djoko Harsono (DH), Honggo Wendratno (HW) dan Raden Prijono (RP), dalam kasus dugaan mega korupsi penjualan kondensat milik negara yang mengakibatkan kerugian negara sekitar US156 juta atau sekitar Rp 2 triliun.

Pemeriksaan terhadap ketiga tersangka yang telah dicekal ke luar negeri ini dipastikan belum akan dilakukan. “Saat ini kita masih fokus pemeriksaan terhadap dokumen dan saksi belum pemeriksaan tersangka. Hari ini tidak ada agenda pemeriksaan saksi, kita meneliti dokumen dulu,” tutur Victor.

Victor juga mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan gelar perkara kasus yang melibatkan Raden Prijono itu. “Kami akan gelar perkara. Hasil gelar perkara itu akan kami serahkan kepada PPATK ,” katanya.

Dari hasil gelar perkara itu akan jadi acuan PPATK bekerja mencari aliran dana dalam korupsi itu. “Begitu diserahkan ke kami, akan menjadi sangat mudah melihat aliran dana ke siapa, ke siapa,” ujar dia.

Apalagi, lanjut dia, saat ini penyidik telah menyasar beberapa rekening yang diduga kuat menjadi tujuan untuk mengendapkan uang. Untuk mengetahui aliran dananya, penyidik melibatkan PPATK yang memiliki kewenangan terkait hal tersebut. Namun, Victor belum mau menyebutkan identitas pemilik rekening tersebut. (Purnomo, @kapoy76)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.