Jumat, 17 September 21

Bareskrim Akan Hadapkan BW ke Kejaksaan

Bareskrim Akan Hadapkan BW ke Kejaksaan
* BW

Jakarta, Obsessionnews – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bambang Widjojanto (BW), telah mencabut gugatan praperadilannya terkait kasus penangkapan dan penetapan status tersangka yang dilakukan oleh penyidik Bareskrim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/6/2015).

Sementara itu, Penyidik Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) Polri akan melakukan gelar perkara untuk mengambil sikap, segera melakukan pelimpahan tahap dua, yaitu pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan.

Pasalnya, berkas BW sudah lebih dulu dinyatakan lengkap (P21) namun penyidik memilih menunda tahap dua lantaran menghormati BW yang mengajukan praperadilan. Tapi nyatanya praperadilan dicabut.

“Kami gelar dulu, nanti akan ditentukan untuk tahap dua. Intinya akan disegerakan,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, Brigjen Victor Edi Simanjuntak di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2015).

Victor menambahkan nantinya sebelum akan ditahap duakan, penyidik lebih dulu memanggil BW setelah itu melimpahkan BW dan sejumlah barang bukti ke Kejaksaan. Setelah itu, BW menjadi tanggung jawab Kejaksaan. Kalau diperlukan pun, sambil menunggu waktu sidang, Kejaksaan bisa pula menahan BW.

Untuk diketahui, pencabutan gugatan praperadilan yang dilakukan BW merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, BW mengajukan gugatan praperadilan pada 7 Mei 2015.

Permohonan tersebut dicabut pada 20 Mei 2015 lantaran pihak BW menunggu kasusnya ‎di SP3 kan, setelah dalam pemeriksaan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) BW dinyatakan tidak melanggar kode etik ketika menjadi pengacara dalam kasus yang menjeratnya.

Karena tidak ada tindak lanjut dari putusan Peradi tersebut, pihak BW kembali mengajukan praperadilan pada 27 Mei 2015 dan kemudian kembali dicabut pada Senin (15/6/2015). (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.