Minggu, 26 September 21

“Barcelona Bangkrut! Kalau di Jerman Dibubarkan”

“Barcelona Bangkrut! Kalau di Jerman Dibubarkan”
* Mantan presiden Bayern Munich Uli Hoeness. (Getty/Goal)

Mantan presiden Bayern Munich Uli Hoeness mengatakan Barcelona bisa terseret ke pengadilan dan terancam likuidasi (dibubarkan) karena masalah finansial parah yang mereka alami jika berada di Jerman.

Hoeness paham betul krisis finansial Barcelona sudah parah sampai memperingatkan Alaba agar tidak pindah ke Camp Nou.

Kampiun Bundesliga itu akan bertandang ke Camp Nou guna menghadapi Blaugrana dalam laga pembuka fase grup Liga Champions pekan ini. Jika Bayern dalam kondisi stabil, lain halnya dengan Barcelona yang timpang terlebih selepas ditinggal pergi oleh Lionel Messi.

Berbicara menjelang pertandingan, Hoeness menekankan bahwa ia tidak terlalu bersimpati terhadap masalah yang dialami klub raksasa La Liga tersebut, dan mengingat sebuah diskusi dengan eks pemain Bayern, David Alaba yang diperingatkannya agar tidak pindah ke Barcelona dan pada akhirnya bergabung dengan Real Madrid.

“Barcelona benar-benar bangkrut!,” kata pria berusia 69 tahun itu kepada stasiun radio Bayern1. “Jika Barcelona berada di Jerman, kasusnya akan sampai ke meja hakim dengan topik kebangkrutan. Mereka bukan lagi panutan bagi kami.”

“David Alaba, misalnya, pernah mengatakan kepada saya: ‘Mimpi saya tetap mau bermain untuk Barcelona.’ Kemudian saya berkata kepadanya: ‘Apakah Anda ingin bernegosiasi dengan presiden atau dengan administrator kebangkrutan?'”

“Saya juga mendukung untuk mencapai batasan. Pada saat semuanya tidak dapat dibiayai kembali, Anda harus mengatakan ‘Tidak!’ dan ‘Kalau begitu saya tidak akan memenangkan Liga Champions!'”

Mantan presiden, yang sebelumnya menghabiskan sebagian besar karier bermainnya dengan Bayern sebagai penyerang berstatus juara Piala Dunia, juga mengakui bahwa dampak pandemi COVID-19 telah merugikan pundi-pundi Bayern, dan dapat terus berlanjut.

“Bayern adalah klub model di dunia hingga situasi pandemi,” tambahnya. “Hampir tidak ada yang memahami kesuksesan besar tanpa kesuksesan ekonomi. Pandemi membuat ini semakin sulit.”

“Tanpa penonton, kami kehilangan jutaan euro per tahun. Ini menyebabkan rekening deposito kami, yang dulunya sangat besar, mencair. Masih ada – tetapi jika terus seperti ini untuk waktu yang lama, maka akan menyulitkan pada suatu titik.” (Goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.