Rabu, 19 Juni 19

Barcelona Alami Gangguan Mental ?

Barcelona Alami Gangguan Mental ?
* Bek Barcelona Gerard Pique

Bek Barcelona Gerard Pique menegaskan, pihaknya mesti segera melupakan episode menggetirkan ketika disingkirkan Liverpool di semi-final Liga Champions.

Gerard Pique menilai sulit menaikkan kembali moril Barcelona pasca disingkirkan tragis oleh Liverpool, tetapi mereka selalu berusaha bangkit.

The Reds, seperti diketahui, bangkit secara fenomenal untuk menyingkirkan Los Blaugrana di kompetisi kasta tertinggi Eropa itu beberapa waktu lalu. Sempat unggul 3-0 di leg pertama, pasukan Jurgen Klopp mengamuk dengan berondongan empat gol di pertemuan kedua.

Jelang laga kontra Valencia di Copa de Rey, bek kelahiran Spanyol ini berharap timnya bisa segera bangkit dan mengambil momentum ketika melawan rival domestiknya ini di partai puncak.

“Ketika sesuatu seperti ini terjadi, segalanya atau hampir segalanya terasa selalu keliru,” buka Pique kepada El Pais.

“Saya menilai, mentalitas para pemain dipengaruhi oleh apa yang terjadi di Roma, sebab itu terjadi belum lama ini. Ada semacam gangguan mental,” jelas sang defender.

“Mereka [Liverpool] menekan dengan tingkat tinggi, kami tidak memiliki ritme passing sebagaimana biasanya, itu sangat intens. Anfield juga memainkan peranan penting. Sulit mendongkrak diri kami secara emosional, hari-hari berlalu tapi tak bisa dilupakan. Kami harus bangkit,” pungkasnya.

Terganggu Kekalahan Dari Liverpool
Jelang final Copa del Rey antara Barcelona dan Valencia, Minggu (26/5) dini hari WIB Lionel Messi membuka mulut dan mengakui kekalahan dari Liverpool di semi-final Liga Champions telah merusak musim hebat timnya.

Messi menegaskan, Barca telah berupaya maksimal untuk meraih hasil positif di markas the Reds namun gagal.

Barcelona unggul 3-0 pada leg pertama pertandingan namun brace Divoc Origi dan Georginio Wijnaldum di Anfield memupus harapan mereka untuk lolos ke final.

Messi menegaskan, Barca telah berupaya maksimal untuk meraih hasil positif di markas the Reds namun gagal.

“Saya tidak mereview pertandingan tetapi yang saya ingit mirip dengan kejadian di Roma,” bukanya.

“Kami memasuki lapangan dan kemudian kebobolan gol dengan cepat. Situasi ini membuat otak berputar dan memunculkan perasaan terulangnya kejadian.”

“Kami sebenarnya mampu memberikan reaksi bagus karena di babak pertama performa tim tidak buruk. Tetapi di babak kedua kami gagal bersaing.”

“Hanya ada satu pemenang pada pertandingan tersebut dan kami gagal. Kami gagal bersaing ketika memburu tiket ke final dan mereka menghukum dengan keji.”

Messi kemudian membicarakan pengalaman menjadi kapten di musim pertamanya. “Spektakuler. Kami merajai LaLiga dan sekarang ada di final Copa del Rey,” lanjutnya.

“Tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, di luar kekalahan di Anfield, tim ini telah melewati musim yang hebat. Kekalahan dari Liverpool merusak musim hebat yang kami miliki.” (goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.