Minggu, 25 Oktober 20

Barca Dibantai Bayern 8-2, Messi dan Suarez Menangis?

Barca Dibantai Bayern 8-2, Messi dan Suarez Menangis?
* Bayern Munich 8-2 Barcelona. (Foto: bbc.co.uk)

Bayern Munich mempermalukan Barcelona dengan membantai 8-2 dalam laga perempat final Liga Champions di Estadio Da Luz, Sabtu (15/8/2020) dini hari WIB.

Bayern Munich bahkan tak percaya baru saja menghabisi Barcelona dengan skor telak 8-2. Tapi Bayern memang datang dengan percaya diri dan fokus.

Thomas Mueller dan Philippe Coutinho masing-masing bikin dua gol, dengan sisanya dibagi rata oleh Ivan Perisic, Serge Gnabry, Joshua Kimmich, dan Robert Lewandowski.

Dari dua gol Barcelona, yang pertama merupakan gol bunuh diri David Alaba. Sementara gol kedua dicetak Luis Suarez di awal babak kedua, yang sempat mengubah skor menjadi 2-4.

Bayern tampil lebih dominan, mencatatkan total 26 tembakan dengan 14 di antaranya mengarah ke gawang. Barcelona di sisi lain punya tujuh percobaan di mana lima peluang on target.

Menang dengan skor sebesar ini atas tim sekelas Barcelona diakui tak terbayangkan oleh Bayern. Tapi Die Roten tak mau terbuai karena masih ada dua laga lagi untuk mewujudkan mimpi juara.

“Brutal. Sulit dipahami bahwa kami mengalahkan Barcelona 8-2. Kami sangat fokus sejak menit pertama, kami dari awal ingin menyerang dengan niat. Sebuah hasil yang luar biasa pada akhirnya, tapi kami belum selesai,” ungkap Joshua Kimmich kepada Sky, seperti dikutip UEFA.

Gelandang Bayern Leon Goretzka sampai kesulitan berkata-kata. Tapi memang sejak awal ada optimisme besar menuju ke pertandingan lawan Barcelona.

“Sulit untuk langsung mengungkapkannya dalam kata-kata tepat setelah pertandingan. Saya rasa akan butuh beberapa hari untuk memproses hasil ini,” ujarnya.

“Kami punya kepercayaan diri yang besar, tapi seperti yang kami baru bahas di ruang ganti, kami baru mengambil langkah pertama dari tiga langkah yang harus dilalui,” imbuh Goretzka.

Lolos ke semifinal, Bayern selanjutnya akan menghadapi pemenang duel Manchester City Vs Lyon.

Pique Siap Pergi !!
Gerard Pique mengakui Barcelona membutuhkan perubahan besar untuk menghindari kekalahan memalukan seperti saat dihajar Bayern Munich, bahkan dirinya siap pergi dari klub jika diperlukan.

Pique siap pergi dari Camp Nou jika memang harus menjadi bagian dari perubahan besar yang dibutuhkan klubnya.

Duel perempat-final antara dua raksasa Eropa berakhir di luar dugaan, dengan Bayern menang besar 8-2 atas Barcelona di Estadio da Luz, Sabtu (15/8) dini hari WIB.

Thomas Muller dan Philippe Coutinho sama-sama mencetak dua gol, yang dilengkapi oleh aksi Ivan Perisic, Serge Gnabry, Joshua Kimmich dan Robert Lewandowski untuk menggenapi pesta gol kampiun Bundesliga.

Hanya Luis Suarez yang bisa menerobos pertahanan Bayern dengan golnya, karena satu gol Barca lainnya tercipta berkat gol bunuh diri David Alaba setelah keliru membelokkan umpan silang Jordi Alba.

Pique enggan basa-basi selepas peluit akhir laga yang memalukan bagi timnya tersebut dan ia mendesak agar Barcelona segera membuat keputusan menyangkut perubahan klub.

“Memalukan. Anda tidak bisa bermain seperti itu, Anda tidak bisa bermain di Eropa seperti itu,” seru sang bek kepada Movistar+.

“Ini bukan yang pertama, atau yang kedua, atau yang ketiga kalinya. Sangat sulit untuk diterima, kita semua harus merenung.”

“Klub membutuhkan perubahan dan saya tidak ingin berbicara tentang pelatih, pemain. Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Secara struktural kami membutuhkan perubahan besar-besaran, karena ini bukan yang pertama, kedua atau ketiga.”

“Yang pertama menjadi sukarelawan adalah saya, jika darah baru harus masuk dan mengubah dinamika klub ini, saya akan menjadi orang pertama yang pergi, menjauh dari klub ini.”

“Sekarang kami telah mencapai titik terendah. Saya pikir kami semua harus melihat dan merenungkan secara internal dan memutuskan apa yang terbaik untuk Barca, yang merupakan hal terpenting.”

Kekalahan telak dari Bayern menutup musim yang sangat mengecewakan bagi Barcelona, dengan mereka gagal meraih satu pun gelar juara sepanjang 2019/20, yang terakhir mereka catatkan sebelum era kedatangan Pep Guardiola pada 2008. (@adamchannel/goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.