Selasa, 7 Juli 20

Bappenas Gunakan Pendekatan Graduasi Menuju Zero Extreme Poverty

Bappenas Gunakan Pendekatan Graduasi Menuju Zero Extreme Poverty
* Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memimpin rapat membahas kemiskinan di kantornya. (Foto: dok manajemen)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyebut rencana kerja Pemerintah Indonesia untuk target persentase kemiskinan pada tahun 2024 berada level di nol persen. Hal ini diungkapkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebagai tindak lanjut hasil Rapat Terbatas bersama Presiden Joko Widodo yang membahas Zero Extreme Poverty.

Turut hadir dalam rapat yang membahas kemiskinan di Kantor Kementerian PPN/Bappenas adalah Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Sosial Juliari Batubara, Staff Khusus Presiden Arif Budimanta dan Dini Purwono, perwakilan dari Kementerian/Lembaga seperti Kementerian PMK, Kemendes, Kemendagri, BPS, serta Kementerian lain.

Dalam rapat pembahasan kemiskinan ini, dibahas target realisitis yang ingin dicapai Pemerintah Indonesia, yakni menurunkan tingkat kemiskinan ke angka 3.3% dengan kemiskinan ekstrim mencapai nol % sampai tahun 2024 mendatang.

“Tingkat kemiskinan dapat ditekan mencapai 3.3% dengan kemiskinan ekstrim nol % sampai tahun 2024 mendatang dengan syarat, integrasi PKH-PIP, bantuan pangan, dan KIP kuliah, serta Akurasi Target (AT) 90% dilakukan bertahap  (dimulai 60% tahun 2021, menjadi 90% tahun 2024),” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, pada hari Rabu (11/03/2020) di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta.

Selain itu, Menteri Suharso Monoarfa juga akan menggunakan pendekatan graduasi untuk menuju Zero Extreme Poverty. Pendekatan graduasi yang dimaksud adalah menekankan dukungan dalam hal pendampingan dan pelatihan, manajemen bisnis dan keterampilan teknis kepada masyarakat luas.

“Pemerintah akan memberikan pendampingan, pelatihan, manajemen bisnis dan keterampilan teknis kepada masyarakat seperti transfer aset, akses kepemilkan pekerjaan, dukungan kemasyarakatan serta layanan finansial agar terjadi peningkatan pendapatan dari kelompok miskin dan rentan agar mampu menjadi kelompok kelas menengah yang tangguh,” kata Menteri yang juga Ketum PPP ini.

“Sebagai strategi peningkatan pendapatan ini, diperlukan rangkaian pendekatan bersifat multidimensi dan komprehensif sehingga kelompok miskin dan rentan dapat mencapai kriteria graduasi secara sosial dan ekonomi,” tambah Menteri Suharso.

Oleh karena itu, selaras dengan rencana kerja Pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan extreme, Kementerian PPN/Bappenas akan saling bahu-membahu bersama Kementerian/Lembaga lain untuk merealisasikan target Pemerintah.

Sebelumnya, saat Presiden Jokowi mengadakan Rapat Terbatas yang membahas Zero Extreme Poverty, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan kepada seluruh Kementerian/Lembaga yang ada di bawahnya untuk benar-benar cermat dalam mendata warga yang masuk kategori miskin.

“Oleh karena itu, data tentang siapa dan di mana warga kita ini harus betul-betul akurat sehingga program bisa disasarkan tepat pada kelompok sasaran yang kita inginkan. Dan kita harapkan nanti di 2024, untuk kemiskinan ekstrim ini bisa kita berada pada posisi 0,” jelas Presiden Jokowi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.