Jumat, 7 Oktober 22

Teror Bom Sarinah Telah Gagal!

Teror Bom Sarinah Telah Gagal!

Jakarta, Obsessionnews – Peledakan bom di Sarinah Plaza,  Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016) siang, sempat mengegerkan masyarakat. Namun, di sisi lain lokasi pemboman malah menjadi tontonan warga. Menurut pengamat Keilmuan Intelejen Marlon Kansil, peristiwa teror bom di depan Sarinah atau di depan gedung Starbuck Coffee telah gagal, sedangkan yang sukses justru pemerintah.

“Yang pasti kalau ada teror itu pemerintah akan guncang, tapi ternyata pemerintah tidak guncang, artinya pemerintah sukses,” ungkapnya kepada Obsessionnews.com, Jumat (15/1).

Ia mengatakan, salah satu tujuan teror untuk menakuti masyarakat, sehingga masyarakat tidak bisa kerja. Namun faktanya malah warga tidak takut, dan beberapa jam kemudian normal kembali. “Kita tidak peduli siapa pun penerornya, mau dekat Istana intinya pada masyarakat,” tuturnya.

Dosen Kajian Stratejik Intelejen Universitas Indonesia (UI) ini juga mengatakan, jika masyarakat takut dapat menimbulkan rasa kepercayaan masyarakat pada pemerintah hilang. Meski demikian tutur dia, pemerintah harus terus waspada. “Kejadin itu belum berhasil dalam arti mempengaruhi masyarakat, meskipun indeks saham langsung turun, rupiah turun, malah kita mengaploud sendiri foto-foto. Saya pikir itu cepat diatasi, namun harus diantsipasi sampai tiga hari kedepan, atau katakanlah bulan ini pemulihan,” harapnya.

Direktur Center of Study and Research Service (CSRS) ini menambahkan, teror belum bisa dikatakan sudah selesai. Sebab menurutnya, bisa jadi ada kemungkinan-kemungkinan atau kerawanan-kerawanan. “Di sinilah yang berperan penting dalam pencegahan itu intelejen, kemudian menyusul keamanan. Para keamanan itu tidak boleh jadi politisi atau kasih komentar, tidak boleh dipolitisasi,” tegasnya.

Marlon juga mengatakan kalau peristiwa teror bom di jalan MH Thamrin sangat jauh berbeda dengan teror di Paris. “Kalau yang itu masih kategori lokalan. Saya pikir juga itu teror pemula yang masih pakai hati nurani sebab dia menembak membabi buta, kalau dia mau bisa saja dia langsung membunuh satu persatu orang di situ sebelum ada kontak senjata. Itu bagian dari propaganda saja,” cetusnya.

Marlon menjelaskan karasteritisk teroris adalah orang yang suka meneror, dimana teror bisa terjadi alamiah atau rekayasa. Namun menurutnya, peneror di depan Sarinah belum bisa dipastikan kelompok peneror namun bisa saja kelompok-kelompok geng yang dimanfaatkan kemudian dinaikkan kualifikasinya menjadi kelompok peneror. “Karena mereka dipersenjatai, diberikan uang, atau jaminan,” duganya.
Jokowi kunjungi TKP bom
Perlu juga kata Marlon memahami pemikiran yang melatar belakangi niatan pelaku, namun lanjutnya peneror tidak terlepas dari pengaruh misalnya keluarganya dijamin, atau hanya mencari muka. “Makanya anak-anak muda yang direkrut, yang belum memiliki pemikiran panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut Marlon menegaskan, teror bukan saja persoalan agama, namun pelaku teror telah dicuci otaknya atau disebut human hacking untuk mengikuti gerakan seseorang atau disebut juga social engineering yang bisa menggiring orang bertindak sesuai dengan keinginan pengarah.

Ia pun memaparkan, kalau ada teror bom juga bisa memberi kesempatan kelompok-kelompok tertentu untuk cari uang, cari muka, atau latar belakang narkoba. Dimana Marlon mengandaikan kelompok-kelompok kejahatan itu seperti sel-sel atau jamur dalam reaksi tertentu bisa dapat bergerak bersamaan.

“Kalau dalam keadaan stabil tidak ada yang berani muncul. Teror itu macam-macam motifnya, karena politik, agama, kelompok tertentu dan ada juga ingin mengkudeta pemerintah, ini kan bagian propaganda dan media membumikannya. Teror itu kan seperti agregasi, ada yang menggait mengikat,” jelasnya.

Bom-Sarinah- 3

Namun Marlon menilai realita di lapangan dinamis jika bicara teori dan fakta. “Kalau kita kaitkan dengan fakta-fakta, terkait Freeport, Jero wacik, Setya Novanto juga, itu kompleks, itu tujuan pada pemerintah, dimana bom diledakkan pada polisi,” duganya.

Jadi, pertanyaan publik kenapa bom harus diledakjan di jalan M.H Thamrin. Marlon menilai jalan Thamrin tepatnya wilayah Sarinah adalah ring satu atau tempat vital, tempat sejarah. “Kalau situs sejarah negara diruntuhkan nama negara yang jadi sasaran. Kalau Mall Sarina itu kan Mall pertama di Indonesia yang dibangun oleh Soekarno, kemudian di situ ada Plaza Indonesia, Bundaran HI, Istana Negara, itu tempat-tempat penting yang sangat berpengaruh,” tandasnya.

Meski tidak memakan korban banyak dan terlihat tidak professional namun Marlon menilai para pelaku memiliki kelompok. Ia meniliai juga para pelaku teror sebelumnya sudah melakukan pemantaun jauh-jauh hari untuk melakukan aksinya. “Sudah pasti sebelumnya mereka melakukan pemantauan, itu tidak dilakukan satu dua bulan tapi panjang, perencanaannya panjang. Mereka punya intelijen juga, IT sama dengan polisi, sistem monitor, tidak mungkin aksi itu satu dua orang saja yang beraksi,” duganya. (Asma)

Baca juga:

Bom Meledak di Depan Sarinah

Jokowi Perintahkan Kapolri Kejar Pelaku Bom Jakarta

Jokowi Kecam Bom Jakarta

Menko Polhukam: Pasca Teror Bom, Jakarta Telah Aman

Pasca Teror Bom Sarinah, Kedubes-kedubes di Jakarta Biasa Saja

ISIS Klaim Tanggung Jawab Atas Teror Jakarta

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.