Jumat, 22 September 23

Banyak Pengusaha Tambang Nakal Manfaatkan Lemahnya Peraturan

Banyak Pengusaha Tambang Nakal Manfaatkan Lemahnya Peraturan

Imar

Jakarta-Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) melihat adanya pelanggaran Undang-Undang yang masih banyak terjadi dalam berbagai praktek pertambangan di Indonesia. Pelanggaran itu dilakukan dengan sengaja oleh pengusaha yang nakal dengan memanfaatkan lemahnya pengawasan dan celah-celah yang timbul dari sebuah peraturan.

“Ini seharusnya menjadi titik perhatian pemerintah untuk ditertibkan, karena ujung-ujungnya pasti kebocoran di pendapatan negara, daerah dan akhirnya merugikan rakyat banyak,”kata Ketua Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) Poltak Sitanggang, Jakarta, Rabu (26/06/2013).

Untuk itu, Poltak meminta pemerintah  menindak tegas pengusaha nakal tersebut. Pihaknya juga tidak akan melindungi pengusaha-pengusaha nakal yang menyalahi aturan. “Tolong dicatat tegas, karena sejak awal anggota kami sudah kami peringatkan untuk tidak bermain-main dengan peraturan dan perundangan, itu prinsip yang harus dijunjung tinggi,” ungkap Poltak.

Ia kemudian mencontohkan mengenai kritik yang kerap dilontarkan oleh aktivis-aktivis lingkungan yang mengungkapkan berbagai keluhan masyarakat dan hasil investigasi mengenai adanya pelanggaran peraturan yang dilakukan oleh beberapa perusahaan tambang.

“Saya yakin tidak akan ada api kalau tidak ada asap. Artinya semua ada
pemicunya. Nah, acuan bagi pengusaha tambang soal lingkungan misalnya, itu kan sudah jelas ada di UU 32/2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Presiden Nomor 122/2012 tentang Reklamasi di wilayah Pesisir dan pulau-pulau kecil, untuk lokasi tambang yang berada di kepulauan,” paparnya.

Apemindo, lanjutnya saat ini aktif bersama pemerintah melakukan kampanye membangun industri tambang yang bersih dan tata kelola tambang yang baik agar Sumber Daya Alam di negeri ini mampu memberi kontribusi maksimal untuk rakyat dan untuk pembangunan di negeri ini.

“Semangatnya hanya itu. Menjadikan Sumber Daya Alam di negeri ini agar bisa sebesar-besarnya memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi  rakyat. Sudah tidak jamannya lagi penjarahan kekayaan alam negeri ini
dilakukan oleh Pengusaha Tambang. Sebagai industri yang menjadikan kekayaan negeri ini sebagai dasar usaha, maka sudah menjadi kewajiban bagi siapapun yang bergelut di industri tambang untuk memberi lebih buat rakyat dan negaranya, bukan mengambil untung saja,” tandasnya.

Lebih jauh, Poltak menegaskan bahwa saat ini pandangan sinis yang dialamatkan oleh masyarakat kepada industri tambang nasional merupakan sebuah tamparan yang harus di selesaikan dan bukan diredam begitu saja.

Ia mengakui sebagai pengusaha nasional yang bergelut dalam bisnis tambang di Indonesia, para anggota Apemindo sendiri posisinya terjepit degan stigma yang sudah terbangun di masyarakat mengenai bobroknya pengelolaan kekayaan alam negara yang dilakukan oleh banyak industri tambang baik asing maupun dalam negeri.

“Ini yang harus kami jelaskan ke masyarakat bahwa kami bukan bagian dari perampok-perampok itu,”sebutnya.

Sebaliknya, pihaknya telah membangun tata kelola tambang yang baik dan taat peraturan yang pada akhirnya bisa memberi kontribusi maksimal bagi rakyat.
“Beri kami kesempatan, awasi kami dengan ketat dan untuk masyarakat sekitar silahkan berpartisipasi aktif di dalam industri tersebut, itu komitmen kami untuk negeri ini,” pungkasnya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.