Minggu, 24 Oktober 21

Bantuan WP Kemenkop Sentuh Pelaku Usaha Tahu-Tempe

Bantuan WP Kemenkop Sentuh Pelaku Usaha Tahu-Tempe
* Asdep Permodalan, Deputi Pembiayaan Luhur Pradjarto, serta tim apresial Program WP, mengunjungi tempat usaha tahu-tempe di Dobo.

Dobo, Obsessionnews.com – Sutikno (35), berencana mengembangkan usaha pembuatan tahu-tempe miliknya, setelah mendapatkan bantuan senilai Rp 13 juta berupa program Wirausaha Pemula (WP) dari Kementerian Koperasi dan UKM. Salah satu pelaku usaha dari Kabupaten Aru ini pun menyampaikan terima kasih atas bantuan yang didapat.

“Harapannya dengan bantuan itu kita bisa jadikan sebagai modal untuk meningkatkan produksi,” ungkap Sutikno saat dikunjungi tempat usahanya, Kamis (21/9/2017).

Tim dari Kemenkop UKM yang terdiri atas Asdep Permodalan, Deputi Pembiayaan Luhur Pradjarto, Kabid Dana Cadangan dan Hibah Eloh Suwira, serta tim apresial Program WP, mengunjungi tempat usaha Sutikno di Jln. Cendrawasih, Siwa Lima, Dobo, Kepulauan Aru. Dengan didampingi Kadis Koperasi dan Usaha Mikro, Kepulauan Aru Jacobis M Siarukin.

Kepada tim, Sutikno mengaku usaha pembuatan tahu-tempe di Kepulauan Aru cukup menjanjikan dengan keuntungan yang besar. Apabila bertepatan dengan hari-hari besar keagamaan, keuntungan yang didapat setiap pekan bisa melebih Rp 12 juta. Sedangkan dalam kondisi normal saja, keuntungan usahanya berkisar Rp 4-5 juta per pekan.

“Begitu saya lihat harga tahu-tempe di sini lebih menggiurkan, saya pun tertarik membuka usaha ini,” kata Sutikno.

Sutikno akan membeli kedelai dari Surabaya untuk menambah stok bahan baku setelah mendapatkan bantuan program WP dari Kemenkop. Sisanya akan digunakan untuk biaya perawatan mesin giling, maupun menutupi biaya produksi lainnya seperti pembayaran air pam, dan bahan bakar minyak.

Untuk urusan pemasaran, ia tak begitu khawatir. Sutikno merupakan satu-satunya pelaku usaha yang membuka usaha tahu-tempe di Kepulauan Aru. Pembeli sendiri lebih banyak berasal dari masyarakat luar yang membawa kapal. Harga tempe dijual Rp 5 ribu per bungku kecil. Sedangkan tahu dilepas dengan harga Rp 80 ribu-Rp 100 ribu per bak.

“Kalau dari masyarakat ia (standar). Kalau permintaan banyak itu kalau pas kapal lagi masuk, kapal cumi. Mereka pesan bisa sampai 16 bak untuk tahu saja,” tutur dia.

Kadiskop dan Usaha Mikro, Kepulauan Aru, Jacobis M Siarukin menuturkan pihaknya sedang melirik pelaku-pelaku usaha potensial untuk dilakukan pembinaan dan pelatihan peningkatan kapasitas SDM, maupun manajerial keuangan. Sutikno dengan usaha tahu-tempenya termasuk salah satu yang masuk dalam program tersebut.

“Awalnya mereka berdiri sendiri makanya ketika dinas mulai terbentuk kita mulai rangkul mereka. Dalam strategi perencanaannya ini sudah mulai masuk dalam binaan dinas,” ujar Jacobis.

Selain mengikutkan dalam program pelatihan, pelaku usaha potensial juga dibuka peluang untuk mendapatkan bantuan permodalan melalui APBD. Sedangkan dalam upaya membantu ketersediaan bahan baku, Dinaskop dan Usaha Mikro juga akan menginisiasi kerja sama dengan Dinas Pertanian guna mensuplai bahan baku dari luar.

“Mungkin dia (Sutikno) juga skala prioritas untuk itu. Karena dia menjawab kebutuhan stok di Kepulauan Aru. Karena sekarang banyak orang yang mengkonsusmsi tahu-tempe sedangkan yang produksi cuma satu,” katanya.

Asdep Permodalan, Deputi Pembiayaan, Kemenkop UKM, Luhur Pradjarto menjelaskan pemberian bantuan program WP kepada pelaku usaha khususnya di Kepulauan Aru, bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menekan angka kemiskinan, dan mengatasi ketimpangan sosial. Apalagi Aru dikenal sebagai salah satu daerah tertinggal, terluar dan terdepan di Indonesia bagian timur.

“Bisa lihat sendiri kan, bagaimana peran pemerintah mengangkat pendapatan mereka. Rumahnya lihat sendiri kan, dan ini yang menarik ada kemuan dari masyarakat ingin berusaha,” ucap Luhur.

Karena itu, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Kemenkop UKM menargetkan 24.800 penumbuhan wirausaha baru hingga 2019, dari 1 juta total target nasional. Dan hingga September 2017 pencapaiannya berjumlah 8.326. Program pun disiapkan, baik berupa WP, dana bergulir, maupun pelatihan peningkatan kapasitas SDM.

“Di sini peran strategi Kemenkop menyentuh ke masyarakat tadi, bagaimana meningkatkan wirausaha baru. Jadi ini merupakan potensi pengembangan wirausaha baru,” pungkas Luhur. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.