Minggu, 29 Mei 22

Bantu UMKM Terdampak Pandemi, PBA Lakukan Kegiatan Gerebek Warung

Bantu UMKM Terdampak Pandemi, PBA Lakukan Kegiatan Gerebek Warung
* Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) menyediakan nasi boxnya gratis. (Foto: Ist)

Jakarta, obsessionnews.com – Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) melakukan pergerakan dalam membantu para pelaku usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak Pandemi tersebut.

“Jadi gerakannya adalah UMKM membantu UMKM. Nah makanya kita melihat ada di sekeliling café Lupba Bandung, yaitu banyak sekali masyarakat yang ber UMKM, warung-warung yang terkena dampak,” ujar Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga PBA yang juga pemerhati dan penggiat koperasis dan UMKM Dewi Tenty Septi Artiany, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/8/2021).

Meski tergerak untuk ikut membantu, tetapi karena komunitas ini berbasis UMKM maka lebih memprioritaskan untuk membantu UMKM yang lebih membutuhkan.

“Mereka kita cari yang paling minim penghasilannya, rata-rata Rp50 ribu kotor. Lalu kita seleksi kemudian kita cari tahu dia jual apa. Contohnya, kalau misalnya dia jual kopi dan gorengan maka kita akan memberikan modal yaitu kopi dan bahan-bahan untuk bikin gorengan. Kalau misalnya dia jualan serabi maka kita akan memberikan bantuan untuk pembuatan serabinya gitu. Nah ternyata itu disambut baik oleh mereka,” ungkap perempuan yang akrab disapa Teh Dete ini.

Dan untuk memancing masyarakat datang sebagai media promosi, PBA menyediakan nasi box. Pemberian Nasi box sendiri ada dua, yaitu kalau memang warung tersebut tidak menjual nasi maka PBA yang menyediakan nasi boxnya gratis. Tetapi kalau warung tersebut menyediakan nasi maka warung tersebut yang kami pesan untuk menyediakan nasinya.

“Itu semuanya free diberikan kepada masyarakat, supaya akhirnya mereka datang berbondong-bondong ke warung tersebut untuk ikut juga,” ucapnya.

Selain menjadi tahu di situ ada warung jualan apa, juga mereka dapat ikut membeli produk dari warung tersebut. “Nah yang lucunya, ada beberapa warung yang tadinya kayak enggak antusias gitu, karena banyak selama ini orang yang cuma nanya doang, yang ternyata tidak ada actionnya untuk membeli di warung tersebut,” tutur Teh Dete.

“Jadi pas kami setelah melakukan penelusuran, kemudian kita besoknya datang lagi, mereka kaget dan banyak sekali yang nangis terharu,” tambahnya.

Tak hanya itu, responnya juga sangat baik malah diminta kapan yang lainnya akan dapat kebagian program kegiatan tersebut. Salah satu contoh penerima program ini orangnya sudah berumur 101 tahun sangat tua, ia masih berjualan kopi dan gorengan. Dia tinggal bersama anaknya di rumah kosany satu bulannya Rp300.000.

“Kami, khusus untuk ibu itu, memberikan bantuan untuk dibayarin kosannya 3 bulan. Hal itu supaya mereka tidak mikir 3 bulan kedepannya harus bayar lagi. Jadi itulah program yang kami lakukan dalam rangka 17 Agustusan. Dan sepertinya belum ada UMKM yang seperti ini. UMKM membantu begitu,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.