Rabu, 21 Oktober 20

Bantu Perangi Covid-19, LPDB Serahkan 30 Ribu Masker Ke Nakes

Bantu Perangi Covid-19, LPDB Serahkan 30 Ribu Masker Ke Nakes
* Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo (Foto : Humas)

Jakarta, Obsessionnews.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus ikut andil dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang hingga kini belum menunjukan tanda-tanda berhenti. Salah satunya dengan memberikan bantuan berupa 30 ribu masker medis bagi tenaga kesehatan (Nakes).

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, bantuan masker tersebut disalurkan melalui enam Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di sekitar wilayah DKI Jakarta. Menurut Supomo bantuan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian LPDB-KUMKM terhadap lingkungan dan semangat gotong-royong untuk saling membantu menghadapi pandemi Covid-19.

“Ini kepedulian LPDB kepada lingkungan. Jadi pagi hari ini kita menyerahkan masker sesuai standart kesehatan kepada beberapa Puskesmas di lingkungan LPDB ini,” kata Supomo di kantor LPDB-KUMKM, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2020).

Untuk masing-masing Puskesmas mendapatkan bantuan 100 kotak masker. Supomo berharap bantuan masker medis dari LPDB-KUMKM ini dapat membantu para dokter dan perawat di Puskesmas dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat. Apalagi, penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta masih terbilang tinggi.

“Kenapa kami menyalurkan melalui Puskesmas? Karena memang sekarang Puskesmas adalah ujung tombak dari Satgas pandemi di seluruh daerah, sehingga di situlah kami hadir,” katanya.

Selain memberikan bantuan masker kepada Puskesmas, LPDB-KUMKM juga menggelar Rapid Test massal bagi seluruh karyawannya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja dan menjaga masyarakat ketika karyawannya sedang menjalankan program-program pemerintah, salah satunya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Alhamdulillah sampai dengan sekarang LPDB masih diberi kesehatan dan kenapa kita peduli terhadap rapid test seluruh karyawan. Karena memang kita melayani masyarakat. Jadi, jangan sampai yang melayani ini enggak sehat,” tambah Supomo.

Realisasi PEN Capai 67,8 Persen

Pada kesempatan ini, Supomo mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM kepada koperasi dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mencapai 67,83 persen atau sekitar Rp678 Miliar untuk 63 mitra koperasi yang menaungi 56.119 UMKM.

Supomo merincikan, dana tersebut disalurkan melalui pola konvensional sebanyak Rp410 Miliar dengan jumlah koperasi sebanyak 30 koperasi dan untuk pola syariah senilai Rp268 Miliar dengan jumlah mitra koperasi syariah sebanyak 33 koperasi.

“Sudah mencapai sekitar 67,8 persen dari total Rp1 triliun yang kita di amanati oleh Pemerintah. Sekitar 63 mitra koperasi, termasuk koperasi konvensional dan koperasi syariah,” ungkapnya.

Menurut Supomo, pada akhir September 2020 nanti, semua dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini akan selesai tersalurkan ke koperasi seluruh indonesia.

“Target Pak Menteri (Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki) di bulan September. Insya Allah akhir September sudah habis. Karena ini kan lagi on progres semuanya. Insya allah akhir September bisa mencapai 100%,” katanya.

“Untuk penyaluran kita tidak membedakan wilayah. Kita juga sudah mengincar ke Indonesia paling ujung. Kita juga akan melakukan sosialisasi PEN minggu depan ke Papua dan Makassar, kemarin kita sudah ke NTB dan Bali,” tambah dia.

Supomo mengakui hambatan yang terjadi dalam penyaluran dana PEN ini karena belum pulihnya maskapai penerbangan secara optimal, serta kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh sejumlah daerah.

“Kesulitannya sebenarnya sekarang di beberapa daerah, sistem penerbangannya belum full. Kemudian beberapa daerah juga masih melakukan pembatasan-pembatasan. Meskipun sudah tidak total seperti dulu,” ujar Supomo. (has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.