Senin, 29 November 21

Bantu Kesehatan Warga Pesisir Mimika, LPMAK Datangkan Kapal Klinik Terapung

Bantu Kesehatan Warga Pesisir Mimika, LPMAK Datangkan Kapal Klinik Terapung

Timika, Obsessionnews – Untuk membantu melakukan pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah pesisir Mimika, Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) mendatangkan kapal klinik terapung. Kapal yang dipesan dari galangan PT Indo Raya Surabaya itu akan mulai beroperasi pada bulan April 2015 mendatang.

Kepala Bagian Humas LPMAK Yeremias Imbiri mengatakan pengadaan kapal klinik terapung Ini sebagai jawaban dari permasalahan kesehatan yang dikeluhkan warga di wilayah pesisir Mimika mulai dari wilayah Mimika Barat hingga Mimika Timur.

“Kita wujujudkan tahun ini, karena itu ide yang baru saja digulirkan di tahun 2013 dan 2014 baru kita pesan kepada pabriknya untuk merakit kapalnya di surabaya,” ujar Yeremias, Sabtu (28/3/2015).

Dia melanjutkan kapal ini akan beroperasi dari satu kampung ke kampung lainnya setiap minggu. Di dalam kapal itu sendiri telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas medis yang memadai termasuk dokter dan perawat.

“Mudah-mudahan kalau manfaatnya bagus mungkin armada seperti ini akan ditambah pada tahun-tahun berikut, entah mungkin pengadaannya oleh pemerintah atau stakeholders lain silahkan,” tutur dia.

Diharapkan nantinya kalau ada pasien yang menderita sakit parah akan bisa dilakukan operasi ringan di dalam kapal, sebelum akhirnya akan dirujuk ke RSUD Mimika dan RS Mitra Masyarakat milik LPMAK sendiri apabila diperlukan.

“Memang akses mereka untuk datang berobat di fasilitas kesehatan yang memadai seperti rumah sakit sulit, kadang hanya sakit malaria saja bisa meninggal dunia karena tidak ada petugas dan tidak ada kegiatan kesehatan masyarakat,” katanya.

Diakuinya kapal ini secara fisik sudah selesai dikerjakan dan izin berlayarnya juga sudah dikantoingi. Pihaknya tinggal meminta kesediaan Gubernur Papua Lukas Enembe meresmikan beroperasinya kapal klinik terapung tersebut bertepatan dengan HUT ke-19 LPMAK pada 16 April mendatang.

Saat ini LPMAK sudah menyelesaikan pembangunan fasilitas pengaman di lokasi berlabuhnya kapal klinik terapung tersebut di Jembatan Paumako II. Pihaknya berencana berangkatkan kapal itu dari Surabaya menuju Timika paling lambat awal pergantian bulan ini.

“Rencana awal bulan April dia sudah berlayar dari Surabaya, sehingga itu kami membangun pelabuhan Paumako di Timika untuk menjadi pelabuhan kapal ini,” kata Yeremias.

Untuk pengadaan kapal klinik terapung tersebut, LPMAK menggelontorkan dana sekitar lebih dari Rp10 miliar. Biaya pembuatan kapal sedikit lebih mahal karena kapal klinik terapung tersebut dilengkapi dengan mesin jet yang bisa berlayar di atas kedalaman 2 meter.

“Kita berharap ini menjadi contoh atau model bagi daerah lain untuk bisa mengembangkan hal yang sama,” tandasnya.

Sebelumnya saat bertemu Yeremias, masyarakat di pesisir wilayah Mimika menyampaikan banyak keluhan tentang buruk pelayanan kesehatan. Seorang Manteri Di Distrik Agimuga bernama Nikot Tsolme mengaku kecewa atas kurungnya perhatian pemerintah untuk menyediakan tenaga medis.

Nikot mengatakan belum lama ini ada empat anak-anak meninggal dunia karena terlambat pertolongan. Tenaga medis yang ditugaskan di distrik ini tidak menetap dan sering ke kota membuat pelayanan kesehatan tidak maksimal dilakukan. Padahal sarana kesehatan seperti puskesmas dan puskesmas pembantu sudah tersedia dilengkapi juga dengan tempat tinggal petugas.

“Tahun 2014 untuk perkembangan Distrik Agimuda, tidak memadai di bidang kesehatan karena dulu tahun lalu posyandu lancar ada banyak elemen yang masuk, YPCI untuk mitra dengan masyarakat, melakukan penimbanhan anak-anak balita, penambahan gizi, susu,” ungkap dia.

Sedangkan Kepala Kampung Paripi Distrik Amar, Vinsent Imini minta supaya ditempat tinggalnya dibangun puskesmas atau Pustu supaya penyakit malaria dan diare yang menyerang warga bisa tertangani.

Selama ini perawat yang diperbantukan di kampung ini menggunakan sanggar pkk sebagai tempat sementara untuk melayani pengobatan warga.

“Tidak ada Puskemas, kami utamakan pustu, skarang ini tenaga medisnya ada sekitar 6 orang tapi tidak ada pustu. Sampai sekarang mereka pakai sanggar PKK,” ujar Vinsent.

LPMAK telah merealisasikan beberapa program untuk membantu masyarakat tujuh suku, di bidang kesehatan lembaga ini membangun puskesmas, pustu, sanitasi, dan menyediakan rumah bagi tenaga medis. Kerjasama bidang kesehatan perlu juga melibatkan dinas kesehatan kabupaten Mimika. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.