Senin, 18 Oktober 21

Banten Darurat Bencana

Banten Darurat Bencana
* Situasi pasca tsunami Selat Sunda. (Foto: metrotvnews.com)

Serang, Obsessionnews.com – Pemerintah Provinsi Banten menetapkan tanggap darurat bencana akibat tsunami Selat Sunda hingga dua pekan ke depan. Pemda Pandeglang dan Serang telah terlebih dahulu menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana tsunami. 

“Tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda mulai Kamis (27/12) sampai 9 Januari 2019,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim dalam siaran pers, Jumat (28/12/2018). 

Lewat penetapan darurat bencana ini, seluruh instansi terkait diminta ikut dalam penanganan pasca bencana dan pemulihan kawasan. Berdasarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, paling tidak ada 14.587 orang harus mengungsi akibat bencana tsunami tersebut. 

Warga di sepanjang pesisir, maupun wisatawan diminta tetap menjauhi kawasan sepanjang pesisir pantai. Wisatawan yang akan merayakan liburan juga diminta tidak mengunjungi pantai sampai batas waktu yang belum ditentukan. 

“Warga tidak panik dan tetap tenang. Wisatawan sementara tidak mengunjungi pantai sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, tanggal 22 Desember 2018, wilayah pesisir Barat Provinsi Banten diterjang Tsunami Selat Sunda. Bencana tersebut menerjang wilayah Anyer dan Cinangka di Kabupaten Serang. Dan daerah Carita, Labuan, Panimbang, Sukaresmi, Cigeulis, Cibaliung, dan Kec Sumur di Kabupaten Pandeglang.

Akibat bencana tersebut, sampai dengan 27 Desember 2018 pukul 19.07 WIB data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menyebutkan sebanyak 306 orang meninggal dunia, 709 luka-luka, 46 orang hilang dan 14.587 orang sekarang berada dalam pengungsian.

Sementara kerugian material mencapai 526 unit rumah, 33 roda empat, 42 roda dua, dan 14 hotel/vila, serta 60 warung kuliner, 215 gazebo, dan 44 unit perahu.

Pemprov Banten sudah melaksanakan respon cepat dalam penanganan bencana tersebut. Seluruhnya terkoordinasi dengan baik yang langsung dipimpin oleh Gubernur  dan Wakil Gubernur. Dengan segera mempersiapkan berbagai Posko Bantuan yang tersebar di seluruh area yang terkena bencana.

Bahkan, dua jam sejak terjadi bencana Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) langsung menurunkan alat-alat berat untuk menormalisasi berbagai akses jalan yang tertutup, sehingga distribusi dan penyaluran bantuan bisa lebih cepat.

Demikian pula Posko Kesehatan yang ditempatkan di setiap Puskesmas yang dipersiapkan pula obat-obatan dan tim Medis serta dokter dari seluruh Kota/Kabupaten yang ada di Prov Banten. Begitu pula dalam mempersiapkan berbagai sarana untuk tempat pengungsian dan Dapur Umum.

Koordinasi yang baik dengan Pemerintah Pusat serta dibantu pihak TNI, BNBP, Kepolisian dan Tim Basarnas serta institusi lainnya menjadikan evakuasi korban bencana dan penanganan korban hingga pengungsi terkoordinasi dengan baik. Bahkan hingga penyediaan listrik yang padam sejak awal bencana telah dapat dipulihkan kembali hingga penyediaan fasilitas dan sarana komunikasi guna memudahkan tim dan warga berkomunikasi.

Gubernur Banten juga menginstruksikan agar penanganan ini terus dilakukan oleh seluruh instansi dibawahnya hingga pasca bencana selanjutnya. Selain itu melalui informasi yang update atau terkini dari BMKG tetap memonitor kondisi Anak Gunung Krakatau. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.