Jumat, 22 Januari 21

Banpres Kian Dirasakan Manfaatnya Oleh UMKM di Bandung

Banpres Kian Dirasakan Manfaatnya Oleh UMKM di Bandung
* Ade Irawan, salah seorang pelaku usaha warung kelontong penerima Banpres (foto : Humas)

Bandung, Obsessionnews.com – Pemerintahan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin kini tengah berupaya membangkitkan perekonomian Indonesia yang sedang terpuruk akibat wabah Covid-19. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pemberian bantuan salah satunya adalah Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro (Banpres BPUM).

Bantuan tersebut saat ini sudah mulai dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, tak terkecuali Ade Irawan, salah seorang pelaku usaha warung kelontong di Kampung Warung, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Ade Irawan, adalah salah seorang penerima program Banpres Produktif untuk Usaha Mikro sebesar Rp2,4 juta lewat Kementerian Koperasi dan UKM yang penyalurannya ditransfer melalui Bank BRI. Banpres Produktif tersebut, kata Ade, sangat bermanfaat untuk menambah modal usahanya yang selama pandemi ini mengalami penurunan yang cukup drastis.

“Bagi saya sebagai penjual sembako kecil-kecilan di kampung, bantuan ini tentu saja sangat bermanfaat dan sangat membantu untuk kelangsungan usaha saya. Secara pribadi, saya sangat terharu dengan kepedulian pemerintah ini. Karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian Koperasi dan UKM yang sudah menyalurkan bantuan ini hingga sampai ke tangan saya,” ujar Ade dalam keterangannya, Kamis (26/11/2020).

Menurut Ade, meskipun bantuan sebesar itu dinilainya tidak mencukupi, namun manfaat yang di dapat dinilainya sangat besar bagi pedagang kecil seperti dirinya.

Sedangkan Supriatna, pelaku UKM yang bergerak di bidang kerajinan ini, berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu. Dia mengaku, selama virus corona mewabah di hampir seluruh wilayah Indopnesia, usahanya mengalami kebangkrutan.

Berbagai jenis usaha yang diproduksinya, kini nyaris berhenti total. Padahal, kata Supriatna, sebelum pandemi berlangsung, dirinya hampir 24 jam memproduksi untuk memenuhi banyaknya permintaan. Namun kini, mesin produksinya berhenti total, tidak melakukan aktifitas karena tidak ada permintaan.

Adapun produksi yang digeluti Supriatna selama ini, adalah kerajinan dan cindera mata atau souvenir, label garmen yang terbuat dari kulit hewan, plakat yang terbuat dari aklirik. Bahkan di awal pandemi melanda Indonesia, Supriatna juga sempat memproduksi masker.

“Tapi kejayaan selama hampir dua tahun berjalan itu, sekarang jadi kenangan. Semua mesin yang saya punya tidak lagi memproduksi, karena tidak ada permintaan (pesanan),” ujarnya mengeluh.

Karena itu dia berharap, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM, dapat memberikan perhatian kepada para pelaku usaha seperti dirinya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.