Selasa, 1 Desember 20

Banpres Bantu UKM di Bekasi Bangkit di Masa Pandemi

Banpres Bantu UKM di Bekasi Bangkit di Masa Pandemi
* Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof Rully Indrawan bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga saat menyerahkan Banpres pada UKM di Bekasi

Bekasi, Obsessionnews.com – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof Rully Indrawan bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga berkesempatan berbincang  dengan penerima Banpres Produktif untuk Usaha Mikro sebesar Rp2,4 juta di Kabupaten Bekasi. Ketiga pelaku usaha mikro penerima Banpres tersebut adalah Anita, Dessy Mayangsari, Erna Setiadi, dan Ermawati.

“Pelaku usaha perempuan memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan,” ungkap Prof Rully, di sela-sela kunjungan ke komunitas usaha perempuan dan pusat oleh-oleh Bekasi “Gerai Bunda Sugih” (GBS) di Kawasan Industri Jababeka, Kabupaten Bekasi, Selasa (20/10/2020) kemarin.

Sementara itu, Bintang Puspayoga menegaskan bahwa kebijakan dari pemerintah daerah harus responsif terhadap perempuan. Terutama, dalam pemberdayaan wirausaha perempuan di daerah. “Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, kita harus terus melakukan pemberdayaan usaha mikro dan kecil yang dijalankan kaum perempuan,” kata Bintang.

Dalam kesempatan itu, Erna Setiadi mengatakan, Banpres sebesar Rp2,4 juta akan dipergunakan untuk menambah modal usahanya. Selama pandemi, Erna mengaku penjualannya menurun drastis. Oleh karena itu, dana tersebut akan digunakan untuk inovasi dagangan.

“Saya berjualan Pop Ice dan jus buah di rumah, saya akan menambah dangangan dengan membuat goreng-gorengan dan stok buah segar di rumah,” kata Erna.

Hal serupa dikatakan Ermawati, yang sehari-sehari berjualan siomay di rumah, serta kantin SMP 2 Cikarang dan SD 03 Cikarang. dikatakannya bahwa banpres yang diterimanya akan dimanfaatkan untuk menambah modal pengadaan bahan baku pembuatan siomay, seperti ikan, terigu, dan bumbu-bumbu dapur. Saat ini, ketika sekolah diliburkan, dengan modal baru tersebut, Ermawati mengalihkan usahanya ke sebuah sirkuit baru di kawasan Gading II, Cikarang. “Saya sekarang mangkal disitu,” kata Ermawati.

Sementara Anita, pedagang minyak wangi warga Kampung Cibitung, mengatakan bahwa Banpres sebesar Rp2,4 juta akan dipergunakan untuk belanja bahan parfum. Anita mengaku, selama pandemi Covid-19, penjualan minyak wanginya tidak terdampak. Artinya, masih banyak pelanggan yang rutin membeli minyak wangi.

“Biasanya, saya bisa menjual 50 botol dalam sebulan. Dengan bantuan modal ini, saya akan meningkatkan penjualan minyak wangi saya ini,” ucap Anita.

Sedangkan bagi Dessy Mayangsari, Banpres Rp2,4 juta itu akan dipergunakan untuk menambah produk dagangannya. Selama ini, Dessy berjualan keliling produk-produk seperti keripik singkong dan keripik pisang.

“Agar dagangan saya lebih bervariasi, dengan bantuan modal ini, saya akan menambah produk dengan berjualan ubi dan snack anak-anak,” pungkas Dessy, warga Desa Cikedokan, Cibitung. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.